Siapa yang pernah mendengar kata marketing? ya, saya kira semua orang pernah mendengar kata itu, setidaknya walau tidak paham secara khusus namun masyarakat paham tentang tugasnya, saat saya melakukan survey ke lapangan, maka jawaban mereka sungguh beragam, ada yang mengatakan bahwa marketing itu adalah orang yang berjualan rokok, berjualan sepeda motor, berjualan perumahan dan masih banyak lagi. Apakah itu salah ? ya tentu tidak dong.
Baca juga: Budaya lokal Pasola Perlu Dilestarikan
Dari pada penasaran arti marketing yang sesungguhnya, yuk kita simak penjelasan singkat berikut ini, Menurut Caroline Forsey dari Hubspot, marketing atau pemasaran adalah proses untuk membuat masyarakat tertarik pada produk atau jasa dari sebuah perusahaan. Untuk melakukan proses ini, perlu dilakukan riset pasar, analisis, dan pencarian pelanggan yang ideal.
Kata kunci di sini ialah “proses untuk membuat masyarakat tertarik pada produk kita”, untuk membuat masyarakat tertarik pada produk kita maka kita harus mampu memberikan suguhan produk yang benar-benar unik bagi calon konsumen kita, unik disini adalah produk kita memiliki ciri khas yang tidak ditemukan oleh calon konsumen pada produk yang lain, contoh unik itu seperti (1) mendaftar sekolah dengan biaya regitrasi sebesar Rp. 4.000.000 siswa memperoleh tablet merk tertentu, (2) membeli pulsa Rp. 100.000 maka konsumen memperoleh handphone, dan masih banyak lagi.
Baca juga: Jamaah haji Kubu Raya berangkat tanggal 16 Juni 2022
Contoh di atas, jelas ini bukan hanya sekedar soal angka untung dan rugi yang bersifat jangka pendek, namun sejauh mana kita mampu membranding produk kita sendiri dan kesan branding itu melekat pada konsumen dengan waktu yang lebih lama, kita biarkan dulu calon konsumen itu tertarik dan masuk dalam branding yang sedang kita bangun, jika mereka sudah masuk dalam zona kita, maka tanpa kita minta untuk mempromosikan pun mereka akan melakukannya dengan sukarela.
Kembali kepada marketing, dengan program dan market yang jelas seperti di atas, maka pelaku marketing tidak akan kesulitan dalam menggaet dan meyakinkan kepada calon konsumen untuk memilih produk yang kita jual, terlebih lagi di era yang serba digital seperti saat ini, calon konsumen pasti akan melakukan penelusuran terkait dengan apa yang kita tawarkan, jika info itu benar maka tugas marketing akan semakin mudah dalam menjalankan tugasnya.
Tantangan marketing ke depan
1. Sumber Daya Manusia
Majunya perkembangan salahsatu penyebabnya adalah ketersediaan SDM yang mencukupi dan berimbang, mencukupi kebutuhan disetiap lini dan berimbang dengan kemajuan teknologi, karena jika hanya sebagian orang saja yang menguasai teknologi maka akan ada yang namanya tindakan monopoli oportunisme, yang berarti menggunakan peluang itu hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, jika ini dibiarkan maka usaha tidak akan berjalan dengan baik, karena tidak meratanya SDM yang ada.
2. Persaingan yang Ketat
Tantangan dalam melakukan adalah persaingan yang ketat. Digital marketing dapat mempercepat pertumbuhan bisnis sehingga dibutuhkan pemasar yang andal dan taktis untuk dapat mengatasinya. kita harus menggunakan berbagai alat pemasaran yang akan membuat bisnis berjalan lebih optimal, jika kita tidak menyambul hal tersebut maka kita pasti akan kalah bersaing dengan yang lain.
3. Ketergantungan pada Perkembangan Teknologi
Teknologi komunikasi membantu bisnis untuk tumbuh dan berkembang, menciptakan hubungan dengan pelanggan, memperkuat efektivitas organisasi, dan membantu manusia untuk bisa belajar tentang satu sama lain. Teknologi seperti internet, telepon seluler, media sosial, dan sistem manajemen customer service sangat memengaruhi cara perusahaan dalam berkomunikasi dengan calon pelanggan. Sehingga tidak salah jika dalam melakukan promosi merekas setelah registrasi mendapatkan tablet atau bahkan laptop.
4. Isu keamanan dan privasi
Privasi dan keamanan menjadi perhatian nomor satu konsumen online. Menurut Brandon Gaille, 86% pengguna mengambil langkah aktif untuk meningkatkan keamanan online mereka. Karena semakin banyak peraturan dan pedoman privasi data yang diterapkan oleh pemerintah, industri, dan berbagai organisasi keamanan di seluruh dunia, hal itu menjadi hal yang penting bagi pemasar untuk memahami aturan ini serta mengikutinya dengan atau akan menghadapi hukuman dan denda yang berlaku.
5. Infrastruktur Internet yang Belum Merata di Indonesia
Tantangan dalam melakukan digital marketing selanjutnya adalah akses internet yang belum merata di Indonesia. Studi yang dilakukan oleh The Economist Intellegence Unit menempatkan Indonesia di urutan ke-57 dari 100 negara dalam Indeks Internet Inklusif sehingga menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan fungsi ekonomi digital. Secara global, Indonesia berada di bagian terbawah dan di posisi keempat di antara negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah lainnya dalam hal inklusivitas internet.
Simak juga:
- Hukum bisnis
- Membuat akun google scholar
- Kepemimpinan
- Cara mudah dowload artikel
- Perbedaan jurnal dan artikel
Profil penulis
- Naim, M.Pd (dosen Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)
- Dewan Pertimbangan HMPS Pend. Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
- Sekjen Yayasan Putra Khatulistiwa Malang (YPKM).
- Sekretaris IARMI Dewan Pimpinan Kota Malang.
- Owner Konveksi Wira@lhamd Malang.



0 Komentar