![]() |
| Warda (Prodi Manajemen) |
Seiring perkembangan zaman, nilai-nilai moralitas dan saling menghargai kian memudar, entah apa yang terjadi dengan para generasi bangsa kita, tapi realitanya memang demikian, padahal kalau kita menelisik, lembaga pendidikan melalui kurikulum K13 menjadi kurikulum merdeka sudah disesuaikan dengan maksimal untuk memenuhi kebutuhan saat ini seperti (siswa diberi kebebasan belajar, diberikan kebeasan, pembelajaran semakin menarik dan masih banyak lagi).
Namun hasil dari penerpan kurikulum ini, yang menjadi sorotan adalah perilaku siswa terhadap (bapak dan ibu guru, orang tua dan sesama remaja), perilaku remaja pada zaman sekarang sangatlah memprihatinkan, mulai dari gaya hidup, cara berkomnikasi dengan yang lebih tua, perilaku yang kurang menghargai sesama, terjadi pembulian dimana, tindakana kekerasan terhadap sesama pelajar dan masih banyak lagi lainya.
Dengan fenomena di atas, kita sebagai calon pendidik, memiliki tanggung jawab dan peran besar untuk mengembalikan karakter siswa menjadi lebih baik. Mengembalikan karakter siswa yang menghargai guru saat menegur dan menasehatinya, mengembalikan karakter siswa yang penuh kasih sayang kepada semua orang tanpa membeda-bedakan.
Berdasarkan analisis, salah satu penyumbang siswa menjadi lebih agresif adalah canggihnya media teknologi, seperti handphone, aplikasi youtube dan masih banyak lagi, dengan seringnya mereka (para siswa) melihat tontonan yang kurang mendidik akhirnya karakter mereka menjadi keras, cuek dengan lingkungan sekitar serta menjadi pribadi yang individualistik, dampaknya adalah mereka mudah tersulut emosi saat orangtua meminta tolong, menegur dan menyapanya.
Dengan karakteristik generasi bangsa semacam ini, maka tentu sangat disayangkan, mestinya mereka masih berperilaku yang baik an penyayang berubah menjadi monster yang menyeramkan. Banyak sekali kenakalan-kenakalan remaja saat ini di lingkungan pelajar maupun luar. Contohnya di lingkungan pelajar adalah tawuran dan contoh di lingkungan luar adalah kehamilan remaja di bawah umur dan perbuatan kekerasan.
Untuk itu, marilah kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus memajukan bangsa ini dengan berbagai kegiatan yang positif. hindari pergaulan bebas, hal-hal negatif dan narkotika dan komunitas-komunitas remaja yang mengarah kepada tindakan kekerasan dan kriminal, tanakan pada diri ini mengenai sadar dan taat hukum, tidak ada yang kebal hokum, siapa yang melanggar pasti akan diadlili sesuai dengan kadar kesalahanya.
Editor: Naim

0 Komentar