![]() |
| Masjid Jami' Kota Malang |
Fundamen Cendikia Bangsa - Rabu, 25 Oktober 2023, ratusan siswa kelas 6 MIN 2 Kota Malang mengadakan kegiatan pembelajaran sambil berwisata (Outing class) dengan tema “Moderasi Beragama”, sebelum berangkat siswa berkumpul di Perumahan Sukun Pondok Indah (SPI) pukul 06.00 Wib, alasannya agar mudah mengecek kekurangan barang bawaan, waktu pengecekan siswa lebih mudah, halaman SPI yang luas dan juga karena jarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi MIN 2 Kota Malang.
![]() |
| Gereja Katedral Ijen Malang |
Sebelum berangkat, terlebih dahulu dilakukan pengecekan jumlah siswa oleh masing-masing pengurus paguyuban, dengan tujuan agar jangan sampai ada siswa yang tertinggal, jika memang ada siswa yang tidak bisa berpartisipasi maka akan segera diambil langkah-langkah agar tidak menganggu jalannya acara yang telah terkonsep dengan baik dan matang.
![]() |
| Wihara |
Sekitar pukul 07.00 Wib, seluruh rombongan meluncur menuju objek religi yang telah dijadwalkan, suasana riang dan gembira begitu tampak di raut siswa-siswa yang mengikuti kegiatan outing class ini. Betapa tidak, selama ini mereka hanya mengetahui tempat-tempat religi dari gambar maupun video, namun hari ini mereka secara langsung dapat mengetahui dan bisa menanyakan langsung sejarah berdirinya, proses ibadahnya dan masih banyak lagi lainnya.
![]() |
| Bagian dari lingkungan Wihara |
Menurut salah sumber (bapak Widi) dengan kegiatan ini anak-anak bisa benar-benar dapat menerapkan nilai dari “moderasi beragama”, kemudian mengenai objek riligi yang akan dikunjungi diawali dengan berkunjung ke Gereja Katedral yang berlokasi di Jl. Ijen Kota Malang, kemudian dilanjutkan menuju Wihara Kota Batu, Pura Hindu di Singosari, Masjid Jami Kota Malang dan yang terakhir berkunjung ke Klenteng Kota Malang.
![]() |
| Pura |
Agar hasil kunjungan ini tidak memuai begitu saja, maka siswa diminta untuk membuat proyek berupa laporan kegiatan “Moderasi beragama” sesuai dengan objek-objek yang telah dilakukan kunjungan, semoga dengan kegiatan “Moderasi Beragama” ini benar-benar bisa memantapkan pemahaman dan penguatan dalam mengamalkan nilai-nilai Panca Sila, yang dimulai dari sila pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa”.
![]() |
| Klenteng |
Makna Moderasi Beragama
Moderasi beragama memiliki makna meyakini secara “radikal” terhadap kebenaran agamanya serta menghargai dan menghormati pemeluk agama lain yang menganut agamanya tanpa harus menjustifikasinya. Moderasi beragama tercermin dalam komitmen nasional untuk mendukung keberagaman, toleransi, menghargai perbedaan keyakinan, penolakan segala bentuk kekerasan atas nama agama, serta penerimaan dan adaptasi budaya yang berbeda.Kekayaan budaya dan tradisi ada di masyarakat.
Lima cara menerapkan konsep moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari
- Menghargai Perbedaan: Menghargai perbedaan agama dan kepercayaan orang lain penting dalam moderasi beragama. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak merendahkan atau mencemooh agama orang lain dan tidak mengungkapkan keyakinan secara berlebihan yang dapat menimbulkan konflik.
- Meningkatkan pemahaman: Salah satu cara untuk meningkatkan toleransi dan menghindari kesalahpahaman adalah dengan meningkatkan pemahaman terhadap agama dan kepercayaan orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca literatur keagamaan, mengikuti dialog antaragama, dan menghadiri acara keagamaan orang lain.
- Mengamalkan Nilai-Nilai Keagamaan: Moderasi beragama juga mengajarkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, kasih sayang, dan perdamaian. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan menjaga keharmonisan lingkungan.
- Mempertahankan sikap tenang dan tidak terprovokasi: Dalam situasi yang dapat menimbulkan konflik, sikap tenang dan bersemangat merupakan sikap yang sangat diperlukan dalam moderasi beragama. Ini dapat membantu menghindari konflik dan menjaga hubungan tetap harmonis.
- Menciptakan dialog: Dialog antar agama merupakan salah satu cara memperkuat hubungan antar kelompok agama. Dalam dialog ini, masing-masing pihak harus mendengarkan dan memahami sudut pandang pihak lain, serta mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.
Author: Naim







0 Komentar