Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) Saat Bertugas

 

Latihan Dokter kecil

Rabu, 18 Oktober 2023, Dokter kecil SDN Pandanwangi 1 Kota Malang kembali melakukan latihan rutin setelah 2 minggu libur karena berbarengan dengan kegiatan sekolah. Sebelum  melanjutkan materi, kak Naim selaku pelatih dokter kecil melakukan apersepsi materi yang pernah diberikan 2 minggu yang lalu, dengan tujuan apersepsi dilakukan ialah agar anggota dokter kecil dapat menyempurnakan kembali daya ingat dan pemahamannya setelah 2 minggu berlibur.

Salah satu yang diapersepsi oleh pelatih dokter kecil adalah mengenai pelayanan dokter kecil terhadap peserta upacara yang mengalami lemas, muntah atau berkeringat dingin saat upacara berlangsung. Secara umum kesan dari anggota dokter kecil saat pertama kali melakukan siaga upacara yaitu ada perasaan minder dan grogi, namun setelah beberapa kali tampil maka mereka sudah bisa menyesuaikan diri harus melakukan apa dan dengan siapa mereka bekerja.

Kali ini pelatih menambahkan materi mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), alat itu digunakan sebelum melaksanakan tugas (baik tugas lapangan maupun ruangan), sehingga dengan kata lain,  dengan menggunakan APD dengan benar maka kita sudah termasuk menyelamatkan jiwa si penolong dan jiwa si korban. 

Adapun tujuan penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis adalah untuk melindungi tenaga medis dari risiko-risiko kerja, menciptakan rasa aman dan terlindungi bagi pekerja, dan ada pula yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan motivasi kerja serta memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan para pekerja.

Syarat – syarat  Alat Pelindung Diri (APD)

Persyaratan yang perlu diperhatikan dalam penggunaan APD yaitu perlindungan sempurna (menutupi bagian tubuh tertentu), fleksibel, dapat digunakan atau digunakan oleh laki-laki dan perempuan, tidak menimbulkan bahaya efek samping, tidak mudah rusak dan tidak tergantikan, memenuhi standar dan memenuhi syarat. tidak membatasi pergerakan petugas yang menggunakan, menarik dan nyaman saat digunakan.

Jenis – jenis Alat Pelindung Diri (APD) :

  1. Pelindung wajah / masker/ kaca mata = Penggunaan pelindung wajah yang dimaksudkan untuk melindungi selaput lendir hidung, mulut, dan mata selama prosedur atau perawatan pasien dapat mengakibatkan percikan darah dan cairan tubuh lainnya. Jenis peralatan yang digunakan antara lain masker, kacamata atau pelindung wajah tergantung potensi percikan darah selama penanganan dilakukan.
  2. Sarung tangan = Tujuan pemakaian sarung tangan adalah untuk melindungi tangan dari kontak dengan darah, segala jenis cairan organik, sekret, feses dan kulit  utuh. Selaput lendir pasien dan benda yang terkontaminasi. Karyawan harus selalu mengenakan sarung tangan sebelum bersentuhan dengan darah atau  cairan tubuh lainnya, kotoran, dan benda yang terkontaminasi.
  3. Penutup kepala = Tujuan dari penggunaan helm adalah untuk mencegah  mikroorganisme yang terdapat pada rambut dan kulit kepala pekerja jatuh ke alat/area yang steril dan  sebaliknya untuk melindungi kepala/rambut pekerja dari cipratan bahan dari pasien.
  4. Sepatu pelindung = Tujuan penggunaannya adalah untuk melindungi kaki petugas dari  darah atau cairan tubuh lainnya dan  dari kemungkinan tertusuk benda tajam atau  alat kesehatan yang terjatuh. Sepatu harus menutupi seluruh kepala dan telapak kaki dan tidak boleh dikenakan dengan sandal atau sepatu terbuka.
  5. Gaun pelindung (baju kerja / celemek) = Tujuan dari penggunaan baju pelindung adalah untuk melindungi petugas dari kemungkinan terjadinya penimbunan atau percikan darah atau cairan tubuh lainnya yang dapat mencemari pakaian atau seragam. Indikasi penggunaan gaun pelindung antara lain pembersihan luka,  irigasi, prosedur drainase, pengisian saluran air/toilet dengan cairan yang terkontaminasi, penggantian balutan, perawatan pasien dengan perdarahan masif.



Author: Naim


Posting Komentar

0 Komentar