Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kesehatan Mental Gen Z, Untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik

 

Oleh : Rani Tri Cahyani / Prodi BK

Fundamen Cendikia Bangsa - Program studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Unikama sukses selenggarakan Talk Show mengenai kesehatan mental pada 11 desember 2023, sebagai salah satu rangkaian kegiatan D’Teori Festival perayaan hari jadi program studi. Talk show ini mengangkat tema “Mental Health Gen Z, For a Better Growth” dengan diikuti oleh banyak mahasiswa dari program studi Bimbingan dan Konseling dan dari luar program studi Bimbingan dan Konseling. 

Pada kegiatan ini prodi BK Unikama mengundang pemateri yang sangat luar biasa dan menginspirasi yaitu Ibu Devi Permatasari selaku dosen prodi Bimbingan dan Konseling serta kepala pusat pengembangan karir, kesejahteraan mahasiswa, dan alumni Universitas PGRI Kanjururhan Malang. Selain itu juga ada Bapak Imam Ariffudin selaku dosen Bimbingan dan Konseling juga sebagai kepala pusat HKI, Publikasi dan Hilirisasi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Tentu saja ilmu dan pengalaman Ibu dan Bapak dosen kami luas sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi para audience yang hadir.

“Mental Health Gen Z, For a Better Growth” sebagai tema yang diangkat bukan serta-merta digunakan karena penyebutan yang “keren” dengan bahasa Inggris, namun tema tersebut hadir dari bentuk perhatian kepada jiwa para anak muda di jaman ini yang ramai dikenal dengan Gen Z. Mereka yang lahir antara rentang tahun 1997-2012 mendapatka predikat Gen Z. Menurut wikipedia Gen Z adalah generasi setelah milenial, dimana Gen Z adalah generasi peralihan dari milenial ke generasi yang didukung oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. 

Perkembangan yang sangat pesat ini berakibat kepada kualitas para generasinya. Dengan kecanggihan yang ada membuat anak-anak generasi muda memiliki pandangan luas dan peniliain tersendiri terhadap dunia. Namun, dibalik segala kecanggihan dan kemudahan yang ada, berakibat pula kepada gaya hidup yang serba instan dan apa yang kita inginkan bisa diperoleh hanya dengan satu klik. Hal tersebut  juga dapat menjadikan orang-orang yang lahir sebagai generasi Z ini cenderung dimanjakan oleh kecanggihan yang ada. “ Bagaimana tidak? “ jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya mereka  adalah orang yang paling bergantung pada teknologi yang ada dan terkesan effortless. 

Bagi Gen Z apa yang mereka inginkan tinggal memasan dengan aplikasi dan diantarkan hingga depan pintu, ingin melihat Aurora yang begitu indah kita tidak perlu lagi datang ke kutub utara dan selatan namun cukup dengan membuka chanel Youtube dan kita bisa langsung untuk menontonnya, mudah sekali bukan? sayangnya dari beberapa kemudahan tersbeut generasi ini sering kali timbul stigma seperti “generasi Z itu lebih sensitif dengan kesehatan mental, ya apalagi penyebabnya jika bukan dari teknologi itu yang mempengaruhinya”. 

Pada kegiatan talk show hal tersebut menjadi perhatian khusus, sebab Gen Z kerap mengalami gangguan kesehatan mental seperti stress dari yang ringan hingga berat, depresi, hingga gangguan mental lainnya. Padalah seiring waktu kita harus menjadi bijak pada diri sendiri. Ibu Devi mengatakan dalam Talk Show “hal-hal pemicu stres tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh lingkungan dan mindset masing-masing individu dan yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai manusia mampu mengelola stres yang kita alami, sebab stres adalah hal yang normal dan semua orang pasti akan mengalami stres”                     

Dari kegiatan Talk Show ini, tips yang dapat diambil dalam mengelola stres yang dialami diantaranya ialah jangan menumpuk persoalan/isu yang sedang kita alami, mampu mengelola distorsi kognitif kita dan diharapkan mampu menghadapi dengan coping Fight (melawan) atau Fligh (mengindar) dari persoalan yang sedang dialami. Sehingga dengan demikian Gen Z mampu memiliki mental tangguh di tengah-tengah gempuran Dunia yang semakin keras.



Editor: Naim 


Posting Komentar

0 Komentar