Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Fogging Bersatu, Nyamuk Minggat

 

Pejuang Fogging

Fundamen Cendikia bangsa – Pada tanggal 22 Agustus 2024, program kerja terakhir yakni kegiatan fogging dilaksanakan di Desa Jatisari dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Fogging dilakukan di beberapa titik rawan, yaitu RT 12, RT 16, dan RT 22. Sebanyak lebih kurang 210 rumah tangga menjadi sasaran dalam kegiatan ini, yang merupakan langkah proaktif untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyakit demam berdarah. Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama antara mahasiswa KKN Unikama dan masyarakat Desa Jatisari untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Naim, M.Pd menyampaikan bahwa fogging ini dilakukan secara swadaya oleh mahasiswa KKN Unikama yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Jatisari dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Kepala Desa, PMI Kabupaten Malang, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, pengelola Posyandu, serta mahasiswa KKN Unikama angkatan 2024. Kerjasama ini menandakan betapa pentingnya kolaborasi antar elemen masyarakat untuk mencapai tujuan bersama, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungan.


Kepala Desa Jatisari, Bapak Mansyur, dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan fogging di wilayahnya. Beliau menegaskan bahwa kegiatan fogging seperti ini biasanya tidak tercakup dalam anggaran dana desa, sehingga masyarakat harus melakukannya secara swadaya jika ingin melaksanakan fogging. Namun, beliau juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat atau kejadian luar biasa, seperti pandemi COVID-19, dana desa dapat digunakan untuk kegiatan semacam ini. 

Setelah rangkaian kegiatan seremonial selesai, personel PMI, didampingi oleh Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT, serta mahasiswa KKN, mulai melakukan fogging ke seluruh wilayah RT 12, RT 16, dan dilanjutkan di RT 22 Pendem. fongging dilakukan dengan cermat untuk memastikan semua area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dapat dijangkau. Kegiatan ini bukan hanya sebagai tindakan pencegahan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.


Kegiatan fogging ini mendapatkan respon positif dari warga, mereka menyadari bahwa upaya pencegahan seperti ini sangat penting untuk menghindari wabah demam berdarah, yang sering kali memuncak di musim penghujan. Mahasiswa KKN juga merasa bangga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Jatisari, serta melihat langsung dampak positif dari kegiatan yang mereka inisiasi.

Pesan moral dari kegiatan ini adalah pentingnya gotong royong dan kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan lingkungan. Dengan adanya pengasapan ini, diharapkan masyarakat Desa Jatisari dapat hidup lebih sehat dan aman dari ancaman nyamuk demam berdarah. Keberhasilan kegiatan ini juga menegaskan bahwa kerjasama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan organisasi seperti PMI dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. (NM)


Posting Komentar

0 Komentar