Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Menggali Potensi Desa Jatisari Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

 

Tania Prissillia Putri(Sastra Inggris)

Fundamen Cendikia Bangsa – Sabtu, 10 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB, program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digawangi oleh Tania Pricillia, Dewi Anissa, Diah Riska, dan Muh. Akbar Permana resmi diluncurkan di Desa Jatisari. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan cara pembuatan Eco Enzym. 

Program ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi latar belakang utama pelaksanaan program ini. Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh dan terus mengembangkan inovasi hijau ini dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dipandu oleh Sadiyyatul Azizah, S.T. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang ini memiliki tujuan jangka panjang untuk memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan Eco Enzym sebagai produk bernilai jual, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatisari. Selain itu, melalui program ini, Desa Jatisari diharapkan dapat menjadi contoh desa yang berhasil mengelola sampah organik dengan baik dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Total anggaran yang disiapkan untuk program ini sebesar Rp 1.238.000, yang digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti alat dan bahan pelatihan, serta biaya operasional selama sembilan hari. Kapolsek setempat, Naim, M.Pd (DPL KKN Jatisari), bersama perwakilan dari DLH turut hadir dalam peluncuran program ini serta 50 peserta yang berasal dari lapisan masyarakat Jatisari menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diusung oleh mahasiswa KKN Unikama.


Program ini tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah organik, tetapi juga mendorong warga desa untuk lebih peduli terhadap sampah anorganik. Saran yang diberikan oleh tim KKN adalah agar kegiatan pengelolaan sampah di bank sampah tidak hanya terorganisir untuk sampah organik, tetapi juga anorganik, sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan efektif.

Antusiasme dan semangat tinggi terlihat dari seluruh anggota tim KKN serta warga desa yang ikut serta dalam program ini. Salah satu anggota tim KKN, Sadiyyatul Azizah, menuturkan, "Semoga dengan terlaksananya proker ini, kita bisa semakin kompak dan fokus untuk mencapai tujuan dengan semangat membara." Kesan yang sama juga diungkapkan oleh salah satu warga desa yang mengikuti pelatihan, mengakui bahwa tim KKN sangat bisa diandalkan dan kompak dalam menjalankan tugasnya dengan banyak improvisasi yang luar biasa.

Kehadiran program ini di Desa Jatisari tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat tentang pengelolaan sampah organik, tetapi juga membangkitkan semangat gotong royong dan kerja sama yang tinggi. Harapannya, inovasi dan pengetahuan yang diberikan oleh tim KKN dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari rutinitas harian mereka.

Pada akhirnya, program ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain di sekitar Kabupaten Malang untuk mengikuti jejak Desa Jatisari dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak seperti DLH dan Kapolsek setempat semakin memperkuat tekad dan semangat warga desa untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka.

Dengan berakhirnya program KKN ini, diharapkan masyarakat Desa Jatisari memiliki bekal yang cukup untuk terus melanjutkan upaya pengelolaan sampah organik dan anorganik dengan baik. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif yang signifikan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.. (TN)


Posting Komentar

0 Komentar