Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

KKN: Cerita Atha Tentang Pengabdian

Atha Anindya N.S.P.


Fundamen Cendikia Bangsa: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu menjadi momen yang dinanti sekaligus mendebarkan bagi mahasiswa. Tak terkecuali bagi Atha Anindya N.S.P., seorang mahasiswi dengan hobi membaca dan menari, yang kini tengah bersiap mengawali pengabdian satu bulan di tengah masyarakat. Semangat Atha terpancar dari caranya berbicara—penuh keyakinan namun tetap rendah hati.

“Perasaan saya campur aduk antara deg-degan dan antusias. Tapi lebih banyak excited-nya,” ujar Atha saat ditanya mengenai perasaannya menjelang KKN. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana emas untuk menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dunia nyata, serta belajar langsung dari kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Tak datang dengan tangan kosong, Atha sudah menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi dinamika KKN selama satu bulan ke depan. Ia menyebut telah mempersiapkan mental yang tangguh, menjaga kebugaran fisik, serta memperkuat kemampuan komunikasi dalam tim. “Saya juga banyak belajar dari cerita senior dan mencoba membuka diri untuk fleksibel di lapangan,” tambahnya.

Menariknya, Atha kini memikul tanggung jawab lebih sebagai koordinator desa (kordes) dalam kelompoknya. Sebuah posisi yang awalnya sama sekali tidak ia sangka. “Jujur, saya tidak menyangka akan jadi kordes. Tapi ketika dipercaya, saya berusaha menjalaninya dengan tanggung jawab. Semoga bisa jadi penghubung yang baik dan menjaga kekompakan tim,” ucapnya penuh optimisme.

Pertemuan pertamanya dengan teman-teman baru dari lintas program studi pun meninggalkan kesan yang mendalam. Atha merasa senang karena bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki keunikan masing-masing. Ia percaya bahwa keberagaman latar belakang ini akan menjadi kekuatan besar dalam menjalankan program-program KKN yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Harapan Atha selama menjalani KKN cukup sederhana namun sarat makna. Ia ingin agar masa pengabdian ini tak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga momen berharga yang membentuk karakter dirinya sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Saya ingin kami bisa berkontribusi dengan rendah hati, belajar sebanyak mungkin, dan pulang membawa cerita yang tidak akan terlupakan,” tuturnya.

Dengan semangat dan kesiapan yang dimilikinya, Atha Anindya tak hanya siap menjalankan peran sebagai mahasiswa KKN, tetapi juga sebagai pembelajar kehidupan sejati. Di tengah tantangan dan dinamika yang akan dihadapi, ia membawa harapan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, dari hati yang tulus, dan dari kemauan untuk belajar serta berkontribusi.


Posting Komentar

0 Komentar