Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kaderisasi organisasi dan kepemimpinan itu Tidak Instan

Oleh: Naim, M.Pd

Kaderisasi dalam organisasi menjadi hal yang sangat urgendan dan vital, tujuannya jelas yaitu untuk menata dan menyiapkan orang-orang baru dan potensial dalam menjalankan sebuah organisasi. Kita ketahui bersama bahwa dalam kepemimpinan tidak luput dari kaderisasi, hal ini dikarenakan tidak akan berjalan sebuah organisasi tanpa adanya penerus. Perlunya persiapan khusus untuk membentuk seseorang menjadi seorang pemimpin yang matang. Kader adalah sumber daya manusia yang melakukan proses pengelolaan dalam suatu organisasi.

Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan di atas rata-rata orang pada umumnya. Kader merupakan sumber daya manusia sebagai calon anggota yang disiapkan dalam organisasi yang melakukan proses seleksi yang dilatih dan dipersiapkan untuk memiliki keterampilan dan disiplin ilmu.

Proses seleksi dapat disebut juga kaderisasi. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio atau regenerasi) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Peran kaderisasi dalam organisasi sebagai berikut; (1) Pewarisan nilai-nilai organisasi yang baik; (2) Penjamin keberlangsungan organisasi; (3) Sarana belajar bagi anggota. Bisa dikatakan bahwa kaderisasi merupakan suatu proses pendewasaan.

Kita bisa membayangkan, jika kepemimpinan sebelumnya gagal dalam melakukan pengkaderan, maka yang akan terjadi bisa berupa (1) kehabisan kandidat ketua/pengurus potensial, (2) tidak bisa memahami alur cerita dari permasalahan yang mestinya mudah dipecahkan, (3) ada kebuntuan komunikasi sehingga dalam bekerja pun bingung harus mulai dari mana, (4) tidak bisa menguasai surat menyurat, proposal dan masih banyak lagi lainnya.

Di sisi yang lain, persiapan untuk mejadi penerus tersebut tentunya harus mengikuti dan melalui tahapan proses, mulai dari perekrutan, seleksi, pemantauan, pengkaderan dan penempatan. Melalui pelatihan dan jenjang karir untuk sampai di puncak. Adapun pengkaderan tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Pengkaderan Dasar, yaitu memperkenalkan bahwa akan potensi yang ada dalam calon pemimpin tersebut agar tumbuh jiwa kepemimpinannya.
  2. Pengkaderan Menengah, yaitu adanya nilai tanggung jawab kepada atasan maupun bawahannya, nilai toleransi, adanya ambisi yang tidak berlebihan untuk menjadi yang lebih baik dan juga kondisional sikap antara segala kemampuan dan realiasi lapangan.
  3. Pengkaderan Tinggi, yaitu menjadi pemimpin yang visioner dan tanggap serta mampu menilai situasi yang didukung dengan sikap dinamis, menjadikan semua kritikan ataupun pujian menjadi motivasi agar organisasi tersebut maju.

Kaderisasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi karena merupakan suatu kelanjutan perjuangan organisasi ke masa yang akan datang. Tanpa adanya kaderisasi sulit dibayangkan bagaimana sebuah organisasi kedepannya bisa berjalan dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya. Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan dan mutlak sangat diperlukan dalam membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan.

Tanpa kaderisasi dalam organisasi maka tidak akan ada pemimpin di masa yang akan datang dan tentunya akan terjadi kegagalan pengelolaan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan proses yang akan dijalankan ditataran kehidupan sosial, bagaimana menciptakan kaderisasi yang intelek untuk mendekati kesempurnaan perubahan sikap dan perilaku serta pendewasaan.

Semoga para pemangku kebijakan dalam organisasi setelah membaca artikel ini menjadi lebih paham dan mengerti mengenai manfaat kaderisasi, karena sangat banyak sekali contoh organisasi yang gagal dalam kaderisasi yang berdampak secara langsung, contoh kader partai, saat kaderisasi tidak berjalan dengan baik tentu berdampak terhadap perolehan suara saat pemilu, bahkan ada beberapa partai tertentu mencari tokoh yang sudah terkenal untuk dujadikan kader partai. Dengan cara ini mengindikasikan bahwa mesin kaderisasi ditubuh partai tarsebut tidak berjalan dengan baik.

Baca juga: Paradigma Mahasiswa (Akademik dan UKM)


Foto Kegiatan Kaderisasi













Simak juga: 

  1. Hukum bisnis
  2. Membuat akun google scholar
  3. Kepemimpinan
  4. Cara mudah dowload artikel
  5. Perbedaan jurnal dan artikel



Profil penulis

  1. Naim, M.Pd (dosen Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)
  2. Dewan Pertimbangan HMPS Pend. Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
  3. Sekjen Yayasan Putra Khatulistiwa Malang (YPKM).
  4. Sekretaris IARMI Dewan Pimpinan Kota Malang.
  5. Owner Konveksi Wira@lhamd Malang.

Posting Komentar

0 Komentar