Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Penulis itu orang yang “Suka Cari Masalah”

 

Oleh: Naim, M.Pd


Hay sahabat Cendikia, siapa diantara kalian yang suka menulis ? menulis apapun itu, ada yang suka menulis cerita pendek (cerpen), ada yang suka menulis cerita panjang (cerpan), pantun, puisi, artikel dan masih banyak lagi. Tahu tidak sahabat? menurut pendapat sebagian orang, menulis itu merupakan sebuah beban, namun menurut sebagian lagi menulis itu merupakan sebuah hobi yang harus disalurkan, jika tidak disalurkan sehari saja maka ada sesuatu yang kurang pada dirinya.

Hemm.. jika demikian wajar dong jika saya mengatakan bahwa “penulis itu orang yang suka cari masalah, betapak tidak, alasan saya mengapa penulis itu orang yang suka mencari masalah, alasannya sangat sederhana sahabat, rasionalnya begini, begitu kita menyelesaikan satu tema dan sudah berwujud karya, maka saat itu pula kita berfikir dan berkata dalam hati, “besok saya menulis apa lagi ya?. Betul tidak sahabat ?

Itulah maka mengapa saya mengatakan bahwa “penulis itu orang yang suka mencari masalah.  Setiap ada fenomena sosial pasti terbesit dalam fikirannya untuk segera ditulis dan kemudian dijadikan sebuah karya, Memang harus kita akui bahwa penulis merupakan orang yang suka berimajinasi, suka membayangkan sesuatu yang tidak nyata seolah menjadi nyata, menuangkan setiap visual yang ditangkap oleh mata menjadi sesuatu yang lebih konkrit dan hasilnya juga bisa dirasakan oleh orang lain yang membacanya.

Hasil pemikiran saya ini ternyata berkorelasi dengan apa yang di tulis oleh Hargrove dan Pottetu yaitu (menulis adalah upaya menggambarkan tentang pikiran, ide, perasaan dalam bentuk symbol, Simbol yang dimaksud di sini adalah simbol system bahasa penulisan. Bahasa tulisan inilah yang digadang-gadang sebagai media sarana komunikasi).

Baca juga: Kader Seorang Pemimpin

Ada juga pendapat yang dikemukakan oleh The Liang Gie yang mengatakan bahwa (Menulis merupakan kegiatan yang memasukan beberapa unsur penting dalam menulis. Jadi tidak sekedar menuangkan gagasan saja, tetapi juga harus mengikuti unsur lain seperti meninjau dari segi tuturan, wahana dan tatanan).

Adapun yang dimaksud dengan gagasan, yaitu pendapat, pengalaman dan pengetahuan dari si penulis. Baik yang didapatkan di masa lalu dari pengalamannya sendiri, atau di masa sekarang lewat kajian literatur. Hal yang paling mudah dibuat alur ceritanya adalah mengenai pengalaman pribadi, pengalaman pribadi tersebut akan lebih mudah dinarasikan dan mudah dipahami alur ceritanya.

Sedangkan yang dimaksud dengan tuturan adalah upaya untuk mengungkapkan gagasan dengan memperhatikan bahasa penyampaian, misalnya ingin menggunakan bahasa deskriptif, narasi, persuasi, eksposisi ataupun argumentasi.

Baca juga: Sang Legenda Volunteer

Nah, sedangkan yang dimaksud dengan unsur tatanan adalah memperhatikan diksi atau pemilihan bahasa. Tentu saja saat menulis tidak asal menulis, tetapi juga ada seni merangkai tulisan atau semacamnya agar penggunaan ejaannya tepat. Sedangkan wahana lebih ke bentuk alat, misalnya dari segi gramtika, retorika atau dari segi kosakata.

 

Kiat suka menulis:

Sahabat Cendikia, ada beberapa tips yang bisa  meningkatkan kemauan dan kemampuan menulis yang harus kamu coba

  1. Tulis setiap kamu punya ide

Setiap kamu punya ide dimana dan kapanpun maka saat itu pula kamu mulai mencatatnya, walaupun itu hanya sebatas ide maupun potongan judul.

  1. Pilih topik yang kamu sukai

Untuk penulis pemula, maka kamu coba menulis topic yang kamu sukai, sehingga dari mulai suka tersebut kamu akan merasakan bahwa “menulis itu tidak sulit”

  1. Sering membaca

Jika kita sering membaca, membaca apapun itu, maka kamu akan lebih mudah memperoleh ide dan pemilihan kosakata, karena kamu secara tidak langsung sudah banyak belajar mengenai bahasa.

  1. Upayakan menulis setiap hari

Tulislah apa yang ada dalam fikiranmu walau itu tidak utuh, setidaknya sudah ada gambaran sedikit mengenai apa yang akan kamu tulis. Keesokan harinya kembali kamu buka dan lengkapi potongan kata itu menjadi sebuah kalimat.

  1. Baca ulang setiap tulisan yang kamu buat

Dengan membaca kembali apa yang kamu tulis, maka semakin banyak pengetahuan yang kamu peroleh, minimal kalimat yang kamu susun semakin tertata rapi, lebih mudah dipahami dan mudah untuk diterapkan.

  1. Buatlah rangkuman

Dengan memiliki rangkuamn materi, maka kamu akan semakin tahu mengenai bobot tulisan yang sedang kamu susun, selain kamu sudah memili karya sendiri juga kamu akan semakin mahir dalam menulis.

  1. Meminta kritik dan saran

Jangan segan untuk dikritik dan diberi saran, karena kritik dan saran itu merupakan sebuah cerminan dari tulisan kamu, langkah yang benar adalah terima semua saran dan kritik dan masuk, pahamai problemnya dan aplikasikan pada tulisan selanjutnya.


Simak juga: 

  1. Hukum bisnis
  2. Membuat akun google scholar
  3. Kepemimpinan
  4. Cara mudah dowload artikel
  5. Perbedaan jurnal dan artikel


Profil penulis

  1. Naim, M.Pd (dosen Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang)
  2. Dewan Pertimbangan HMPS Pend. Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.
  3. Sekjen Yayasan Putra Khatulistiwa Malang (YPKM).
  4. Sekretaris IARMI Dewan Pimpinan Kota Malang.
  5. Owner Konveksi Wira@lhamd Malang.



Posting Komentar

1 Komentar