Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Menjadi Guru: Harus Multitalenta!

 

 Oleh: Relly Wijayanti

Menjadi Guru merupakan cita-cita yang sangat mulia, banyak tokoh-tokoh besar dunia juga berawal dari polesan seorang guru, jadi tidak ada alasan kita membenci dan menghakimi seorang guru karena tindakan “oknum” yang tidak mencerminkan profesinya sebagai pendidik. Kita optimis dan sangat yakin masih banyak guru yang berprestasi dan membanggakan Indonesia.

Berbicara guru berprestasi serta menyongsong era 5.o, maka untuk menjadi guru tidak hanya bermodalkan bisa mengajarkan materi kepada siswanya saja, namun dituntut lebih dari itu, yaitu idealnya guru harus bisa berbahasa asing, menganalisis problem siswa dengan cepat, membuat inovasi dalam mengajar, serta mampu mengoperasikan media teknologi dan informasi dengan baik.

Baca juga: Menulis Itu Keren

Mengapa semua itu diperlukan ? alasanya cukup sederhana dan fundamental yaitu; (1) untuk menyiapkan perangkat mengajar  guru harus menggunakan teknologi, (2) pelaksanaan proses belajar mengajar daring/online menggunakan teknologi, (3) membuat media interaktif/video juga menggunakan teknologi dan masih banyak lagi. Dari deskripsi di atas maka guru itu dituntut untuk multitalenta atau menguasai berbagai macam persoalan.

Untuk menjadi guru yang bertalenta, maka tidak hanya berfokus pada guru yang senior atau guru yang berumur saja, idealnya semua guru harus bisa dan siap menjawab tantangan zaman, sehingga tidak bergantung dengan orang lain saat menjalankan tugasnya, untuk mendukung menjadi seorang guru yang bertalenta sebenarnya sangat mudah, banyak tutorial-tutorial di chanel Youtube yang memberikan edukasi secara gratis dan  gamblang bagaimana cara menjadi guru yang bertalenta.

        Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 dalam Pasal 3 ayat (4) mengatakan bahwa indikator kompetensi pedagogik sekurang-kurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. (2) pemahaman terhadap peserta didik. (3) pengembangan kurikulum atau silabus, (4) perancangan pembelajaran. (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran. (7) evaluasi hasil belajar, dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Pengembangan diri itu seperti aktif keiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, badminton, sepak bola dan lain sebagainya.

* Disunting oleh Naim, M.Pd

Dokumen Relly:






 

Posting Komentar

0 Komentar