Pada hari Rabu, 24 Agustus 2022 penulis diundang oleh mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yang sedang melaksanakan program kuliah kerja nyata (KKN) di desa Wonokerso, tujuan dari undangan tersebut ialah untuk menjadi narasumber mengenai “Budidaya Sayur menggunakan Metode Hidroponik”.
Menurut Kepala Desa Wonokerso (Bapak Nariyadi, S.Sos) menyapaikan, “untuk masyarakat di desa Wonokerso menanam sayur dengan metode hidroponik masih sangat jarang, sehingga jika ada program kerja dari mahasiswa Unikama mengenai hidroponik, ini merupakan hal yang sangat bagus, bagus untuk pengetahuan yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan”.
Baca Juga: Materi Hidroponik
Untuk mendukung suksesnya kegiatan mahasiswa Unikama tersebut Bapak Nariyadi, S.Sos menggerakkan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari masing-masing dusun dengan total peserta 50 orang, dengan harapan setelah mengikuti pelatihan “Budidaya Sayur menggunakan Metode Hidroponik” ibu-ibu PKK bisa menerapkan ilmunya di rumah –masing-masing.
Kegiatan pelatihan “Budidaya Sayur menggunakan Metode Hidroponik” dimulai pukul 10.00 Wib yang diawali dengan pemaparan materi dasar hidroponik, jenis tanaman, perawatan hingga nutrisi yang diperlukan oleh tanaman hidroponik, hidroponik memiliki makna budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Secara umum peserta pernah mendengar istilah hidroponik namun untuk tahu dan praktik langsung belum pernah. Sehingga pada sesi tanya jawab
Setelalah pemaparan materi hidroponik berakhir, selanjutnya dilakukan pembagian kelompok kerja, masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang, setelah kelompok telah terbentuk selanjutnya masing-masing diberi 1 boks berbahan Styrofoam difungsikan sebagai wadah bibit, 1 batang lidi yang digunakan untuk membuat lobang bibit, 1 lembar Rockwool, 18 bibit sawi pakcoy dan 1 buah cutter untu memotong Rockwool yang masih tersambung.
Baca Juga: Kuliah Kerja Nyata
Setelah para kelompok diberi bahan-bahan kebutuhan untuk pembibitan, selanjutnya mereka melakukan praktik pembibitan, mulai dari memotong Rockwool, membuat lubang di Rockwool, memasukkan biji sawi ke lobang Rockwool hingga memberi air di boks Styrofoam agar Rockwool tetap lembab yang menunjang tumbuhnya bibit, setelah semua proses dilalui maka langkah selanjutnya ialah menempatkan bibit yang sudah disiapkan ditempat gelap selama 3 hari, setelah bibi tumbuh maka bibit mungil bisa diangin-angin namun jangan sampai terkena matahari langsung agar pertumbuhannya sempurna.
Setelah bibit berusia seminggu, maka bibit sudah bisa dipindahkan ke netpot dan ditempatkan diinstalasi hidroponik yang berbahan pipa, atau bisa juga di ember, kaleng, bak air, dan masih banyak lagi, dan jangan lupa airnya sudah diberisi nutrisi lengkap dan dikontrol setiap saat agar kandungan nutrisinya tetap normal.
* Author: Naim


0 Komentar