Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

KKN: Kuliah Kerja Nyata

Oleh: Naim, M.Pd

Ketika kita berada di lingkungan kampus, mendengar kata Kuliah Kerja Nyata bukanlah hal yang asing, Kuliah kerja nyata yang biasa dikenal  dengan akronim KKN namun ada juga menyebutnya dengan istilah Kukerta, apapun itu akronimnya yang jelas program ini telah menjadi menu wajib dan menjadi bagian aktivitas pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. 

Setiap mahasiswa wajib melakukan kegiatan KKN ini, lazimnya kegiatan KKN hanya dilakukan sebanyak 1 kali selama menjadi mahasiswa, masa pelaksaannya pun disesuaikan berdasarkan kebijakan kampus, ada yang melaksanakan hanya 2 minggu, 1 bulan hingga 6 bulan (satu semester).

Baca Juga: Siswa Menjawab Problem Bangsa

Untuk melaksanakan kegiatan KKN ini, kampus sengaja mencarikan lokasi yang strategis dan tepat guna seperti di wilayah kabupaten, sehingga dengan harapan hadirnya mahasiswa KKN ditengah-tengah masyarakat, mereka benar-benar memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan masyarakat sekitar, manfaat itu diantaranya seperti (1) mampu memberikan transfer pengetahuan, (2) mampu memberikan program-program yang menyokong kemajuan masyarakat dan masih banyak lagi. 

Setelah kampus memetakan lokasi yang tepat untuk mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN, selanjutnya mahasiswa akan diberi pembekalan dasar oleh pihak kampus untuk persiapan menjalani kehidupan selama berada di lokasi KKN tersebut, mulai dari profil wilayah, karakter penduduk setempat, populasi masyarakat, pekerjaan hingga caca bersosialisasi dengan mereka, lazimnya untuk pembekalan KKN waktunya juga bevariasi, ada yang 3 hari, ada juga yang full 1 minggu.

Setelah mereka diberi pembekalan, selanjutnya mahasiwa disuruh melakukan survey ke wilayah yang telah ditentukan kampus sebelumnya, untuk memudahkan mahasiswa dalam menggali informasi terkait desa tersebut, maka mahasiwa diarahkan untuk menemui kepala desa di wilayah itu, tujuannya adalah agar mahasiswa memperoleh gambaran secara utuh terkait desa yang akan mereka tinggali selama pelaksanaan KKN.

Baca Juga: Unikama Berkolaborasi dengan Pemkab Kubu Raya

Selanjtnya, setelah mereka memperoleh informasi yang cukup maka mahasiswa melakukan rapat kecil dalam kelompoknya, tujuannya ialah untuk merumuskan program kerja yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,  dari sektor SDM seperti bimbingan belajar, pelatihan-pelatihan seputar pertanian, ilmu administrasi organisasi, kependudukan, jika dari sektor fisik seperti melengkapi fasilitas Rt, dusun, desa dan masih banyak lagi.    

Setelah kegiatan KKN berakhir, maka tugas mahasiswa yang terakhir ialah membuat laporan kegiatan secara tertulis, tuangkan capaian-capaian serta kesuksesan selama pelaksanaan kegiatan di desa tersebut, tuangkan juga kendala-kendala atau hambatan selama pelaksanaan kegiatan, tujuannya adalah untuk dijadikan bahan kajian oleh pihak kampus dan selanjutnya dijadikan dasar kebijakan dikegiatan KKN dimasa mendatang.

Dosen Pembimbing Lapangan

Hadirnya sosok dosen pembimbing lapangan (DPL) menjadi sosok sentral selama pelaksaan KKN, DPL akan memberikan arahan, bimbingan, serta informasi-informasi penting lainya yang berkaitan dengan desa dan lain sebagainya. Secara langsung maupun tidak langsung DPL akan memantau pergerakan dan aktivitas mahasiswa melaui Koordinator Desa (Kordes) selama berada di wilayah KKN, DPL sendiri memiliki tanggung jawab terjun langsun kelapangan minimal  sebanyak 3 kali yaitu pada saat (penyerahan mahasiswa kepada desa, tengah bulan dan penjemputan mahasiswa saat KKN berkhir), namun demikian komunikasi bisa dilakukan sewaktu-waktu sehingga mahasiswa jika ada masalaah bisa bercerita atau bekeluh kesah kepada DPL yang tentu saja masalah itu bisa terurai dengan baik,

Baca Juga: Menabung Menggunakan Sampah


 Tujuan dilaksanakan KKN

Ada beberapa tujuan mengapa mahasiswa diperlukan melaksanakan kuliah kerja nyata, diantara ialah (1) Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa. (2) Menerapkan IPTEKS secara team work dan interdispliner., (3) Menanamkan jiwa peneliti sejak dini: a) Eksploratif dan analisik, b) Mendorong learning community dan learning society, (4) Menanamkan nilai kepribadian: a) Keuletan, etos kerja dan tangung jawab; b) Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan, (5) Kontribusi nasional melalui aktivitas yang bisa memecahkan permasalahan di tengah masyarakat, dan tentu saja Sebagai sarana tidak langsung dalam promosi dan branding institusi.

Manfaat KKN

Dengan adanya tujuan di atas, maka tentu ada manfaat besar yang bisa diperoleh mahasiswa pasca melaksanakan KKN, manfaat itu ialah (1) Mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam setiap menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah, (2) Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat, (3) Membina mahasiswa agar menjadi seorang inovator, motivator, dan problem solver, serta (4) Memberikan pengalaman dan ketrampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan karakter dimasa yang akan datang.


Posting Komentar

0 Komentar