Minggu, 20 Agustus 2023, susasana pagi hari yang begitu cerah, disambut matahari pagi nampak remang-remang dari balik rerimbunan mulai merangkak menapaki dedaunan, pertanda bahwa mahluk bumi saatnya untuk beraktivitas kembali, tak terkecuali anggota Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) DPP Jawa Timur pun ambil bagian untuk mengisi kegiatan di hari yang sangat cerah nan indah itu, kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan hash bersama Kodam V / Brawijaya dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 78.
Anggota IARMI DPP Jawa Timur yang hadir di acara hash tersebut kurang lebih sebanyak 40 personel yang terbagi dari beberapa kota, diantaranya Jombang, Tulungagung, Blitar, Sidoarjo, Pasuruan dan Kota Malang, di kegiatan hash ini tentu menjadi momentum yang sangat baik bagi anggota IARMI Jawa Timur untuk berkumpul sekaligus melakukan konsolidasi mikro untuk melanjutkan program kerja selanjutnya.
Baca juga: Berkunjung ke rumah Ketua Regu (Karu) 24
Tepat pukul 09.00 Wib Pangdam V / Brawijaya (Bpk Mayjen TNI Farid Makruf, M.A.) membunyikan sirine panjang pertanda peserta hash resmi diberangkatkan, ribuan peserta hash dari berbagai unsur (TNI, ormas, komunitas dan sipil) sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dengan semangat kemerdekaan para peserta menyusuri rute-rute hash dengan gembira.
Rute hash yang dilalui saat ini sangat luar biasa, seperti namanya hash merupakan olahraga sambil menjelajah alam, ada medan yang datar saat melewati perkampungan warga, landai saat melewati perkebunan tebu, pinus, cengkeh serta menanjak saat mendekati garis finish. Yang menjadi tantangan tersendiri bagi peserta hash adalah ketika memasuki tanjakan, terutama bagi peserta yang sudah memasuki usia > 40 tahun, rata-rata keluhannya adalah nafas mulai ngos-ngosan, mata berkunang-kunang saat berdiri, kesemutan dan masih banyak lagi.
Uniknya dari kegiatan hash ini ialah walau mereka berasal dari komunitas yang berbeda, wilayah berbeda namun sikap empati dan peduli saat berada di trek tanjakan patut diacungi jempol, mereka saling memberi motivasi, saling pijat agar kembali kuat melanjutkan perjalanan bahkan ada yang membawa alat setrum teraphis dan dipraktikan saat mereka berkumpul di tanjakan.
Tonton juga: Video Kegiatan Hash Prigen 2023
Sejarah Hash
Olahraga Hash dipopulerkan oleh tentara Inggris pada tahun 1930-an. Ketika itu, para tentara Inggris di Malaka menjajah Malaysia, mereka pun mencari jejak-jejak di hutan lebat. Seiring berjalannya waktu, Hash pun menjadi sarana olahraga dan juga hiburan.
Maka dari itu, tentara Inggris membuat perkumpulan Hash pertama dengan nama Motherhash hingga tersebar di Inggris dan kawasan Eropa lainnya. Meski dipopulerkan oleh para militer, olahraga Hash tidak memiliki aturan khusus dan yang terpenting adalah kesenangan para peserta yang ikut.
Di Indonesia sendiri, Hash mulai masuk sejak tahun 2000-an dimana mulai banyak warga negara asing terutama dari Eropa masuk ke Indonesia. Dengan tidak memiliki peraturan, Hash sangat menarik para warga Indonesia untuk menjelajahi keindahan alam di Indonesia. Kini, kelompok pecinta Hash dinamai dengan Hash House Harrier (HHH) dan biasanya ditambahkan dengan nama wilayah masing-masing.
Manfaat Olahraga Hash
1. Teliti dalam mengikuti tanda-tanda rute yang sudah ditentukan
2. Disiplin dalam mengikuti track yang ditentukan agar tidak tertinggal
3. Bekerja sama dengan peserta lainnya untuk melewati berbagai rintangan seperti menyebrangi sungai, mendaki, menuruni bukit yang licin, melewati pohon tumbang dan lain-lain
4. Membuat fisik dan mental menjadi semakin kuat karena sudah melewati berbagai rintangan yang sulit untuk menyelesaikan rute.
5. Membuat fikiran kembali fresh, karena dapat menikmati indahnya pemandangan alam disepanjang rute yang dilalui.
Saran sebelum olahraga Hash
1. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk memudahkan diri dalam melewati medan-medan rutenya.
2. Siapkan kondisi fisik yang prima agar lancar mengikuti olahraga Hash.
3. Sempatkan untuk sarapan terlebih dahulu dan jangan membawa banyak makanan dan minuman karena bisa menambah beban yang kamu bawa.
4. Membawa tongkat gunung agar saat merasakan lelah bisa difungsikan sebagai alat penopang.
5. Siapkan kamera untuk mengabadikan momen kamu ketika melewati rute olahraga Hash. Tidak jarang ketika mengikuti olahraga Hash kamu bisa menemukan spot yang bagus untuk kamu abadikan.







0 Komentar