Hingar bingar perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 di seluruh Pelosok negeri begitu sangat terasa, tidak ketinggalan pula lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) kelompok bermain Al Hikmah yang beralamat di Jln. Panca Usaha Dusun Danau Gambir RT 20 RW 10 Desa Peniraman kec. Sui Pinyuh, kab mempawah juga turut merayakannya.
Kegiatan dimulai pada tanggal 17 Agustus dan berakhir pada tanggal 20 Agustus 2023, agar menambah semarak aneka lomba tradisional pun dihadirkan, jenis lomba yang dikompetisikan antara lain (a) lomba mewarna, (b) pengucapan doa-doa pendek, (c) balon, (d) kelereng dan sendok, (e) memasukkan pensil ke dalam botol, dan masih banyak lagi lainnya.
Selain menghadirkan lomba-lomba khusus KB Al Hikmah, Bapak Fauzi selaku (Kepala Sekolah KB AL Hikmah) juga mengadakan lomba khusus siswa MI dan MTs yang lokasi lembagainya juga tidak terlalu jauh dari KB Al Hikmah. Adapun jenis lomba di tingkat MI dan MTs ialah (a) panjat pinang, (b) makan biskuit roma, (c) estafet bendera, (d) balap karung, (e) memasukkan pendil ke dalam botol, (f) dan tepuk bantal.
Suasana meriah dan penuh kebahagiaan juga dirasakan oleh orangtua siswa, betapa tidak, meraka para orangtua juga turut hadir di lokasi lomba, mereka memberi suport kepada anaknya agar menjadi yang terbaik dan memperoleh juara 3 besar (1, 2 can 3) dengan situasi seperti ini suara yang saling bersahutan pun tidak bisa dihindari shingga mengundang gelak tawa para orang tau yang lain.
Dikorfirmasi melalui Bapak Fauzi, “kemeriahan semacam selalu terjadi ketika lembaga kami mengadakan kegiatan agustusan, kegiatan ini menjadi media bagi anak dan orang tua dalam membangun komunikasi dan kerjasama yang baik, mereka saling suport agar putra dan putrinya bisa menampilkan yang terbaik, semoga saja suasana keakraban ini tidak hanya terjadi pada saat lomba semata namun bisa diterapkan dalam keidupan sehari-hari pungkasnya”.
Manfaat perayaan HUT RI
1. Untuk mengenang jasa para pahlawan. Hasil dari perjuangan para pahlawan adalah kehidupan masyarakan Indonesia sekarang ini. Masyarakat Indonesia sekarang dapat bebas tertawa, bermain dan melakukan semua yang diinginkan tanpa dibayangi rasa takut akan penjajah.
2. Merayakan kemerdekaan Indonesia. Di samping untuk mengenang jasa para pahlawan, tentunya lomba 17 Agustus juga digunakan sebagai perayaan hari jadi Indonesia setiap tahunnya. Setelah semua jasa pahlawan yang telah gugur, kemerdekaan Indonesia selalu dirayakan dengan bersuka cita.
3. Meningkatkan kebersamaan dan persatuan. Momen lomba 17 Agustus adalah salah satu momen dimana semua masyarakat berkumpul baik sebagai panitia, peserta lomba maupun penonton dengan rukun. Manfaat hidup rukun bisa didapatkan karena semua masyarakat dari berbagai ras, agama maupun suku bercampur baur menjadi satu dalam perlombaan.
4. Melatih kerjasama tim dan kekompakan. Ada beberapa jenis lomba 17 Agustus yang dimainkan oleh beberapa orang dalam satu tim, misalnya saja lomba panjat pinang. Karena untuk mencapai kemenangan sangat dibutuhkan manfaat kerjasama dan kekompakan dari semua anggota tim.
5. Meningkatkan rasa cinta kepada tanah air. Perlombaan yang dilakukan saat hari kemerdekaan biasanya mengambil manfaat permainan tradisional, seperti lomba balap bakiak, balap karung dan lomba tradisional lain yang menyenangkan. Selain lomba yang menyenangkan, perayaan 17 Agustus yang selalu meriah pastinya akan meningkatkan rasa cinta anak-anak maupun dewasa pada Indonesia.
6. Melatih rasa percaya diri. Ikut serta dalam perlombaan tentunya dibutuhkan keberanian karena akan menjadi pusat perhatian penonton perlombaan. Sehingga menjadi ajang untuk melatih kepercayaan diri, terutama untuk anak-anak kecil.
7. Memicu semangat dan keaktifan. Selain membutuhkan kekompakan, untuk bersaing dengan peserta lain pada saat lomba juga membutuhkan semangat dan manfaat tidak putus asa.
8. Melatih sportivitas. Setiap perlombaan selalu ada kemenangan dan kekalahan. Untuk anak-anak yang masih belum begitu mengerti, mengikuti lomba juga dapat digunakan untuk melatih diri agar dapat menerima kekalahan. Menerima kekalahan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan manfaat berpikiran positif, sehingga anak lebih lapang dada jika menghadapi kekecewaan.
* Disunting oleh Naim
Dokomen Pendukung









0 Komentar