![]() |
| Foto bersama Kepala Sekolah |
Pada hari kedua, Rabu, 13 September 2023 pelaksanaan observasi pemantapan pengenalan lapangan persekolahan (PLP) semakin lancar, mahasiswa pun melakukan audiensi dengan kepala SMA Negeri 2 Kota Malang (Drs. Hariyanto, M.Pd), dalam arahannya beliau menyampaikan beberapa informasi yang sangat penting yaitu; (1) di SMA Negeri 2 Kota Malang saat ini khusus kelas X sudah menggunakan kurikulum merdeka sehingga siswa diberi kebebasan memilih pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, sementara kelas XI - XII masih menggunakan kurikulum 13, (2) pemaparan jam pelajaran, tujuannya adalah agar mahasiswa mengetahui jam mengajarnya serta segera menyusun perangkat mengajar sesuai dengan arahan dan bimbingan guru pamong masing-masing, dan (3) sekitar bulan Oktober siswa juga mengadakan kegiatan di luar kelas, yang menjadi sasaran diantaranya kota Blitar dan Bali.
Baca Juga: Mahasiswa Unikama lakukan PLP 2023
Untuk kegiatan di luar kelas, siswa kelas X memilih objek kunjungan ke balai pelatihan dan balai bibit di Blitar, sementara kelas XI objek kunjungannya ke wilayah Nongko jajar kabupaten Pasuruan dengan kemasan acara “Sambang Dulur”, dan untuk kelas XII akan berkunjung ke Universitas Udayana yang beralamat di Jl. Raya Kampus Unud, Jimbaran, Kec. Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali dan di tambah kunjungan pabrik yang berada tidak jauh dari kampus tersebut.
Kemudian, berkaitan dengan observasi di hari kedua ini, mahasiswa 50% sudah memiliki gambaran harus berbuat apa, menemui siapa dan melakukan apa, mulai dari mengenal masing-masing guru pamong, pembagian jadwal, bimbingan dan arahan mengenai perangkat mengajar seperti (Prota, promes, RPP, silabus, lembar evaluasi dan lainnya), serta program sekolah yang paling dekat dan segera disiapkan.
Untuk hari ini ada beberapa mahasiswa yang sudah membuat janji dengan guru pamongnya, salahsatunya adalah mahasiswa dari pendidikan ekonomi, mereka sudah membuat janji di jam ke 7 (setelah sholat duhur), manfaat sering berkonsultasi dengan guru pamong antara lain; (1) dapat memperdalam pemahaman mengenai perangkat mengajar, konfirmasi tupoksi mahasiwa saat mengajar di kelas, sanksi-sanksi siswa yang tidak mengerjakan tugas dari guru dan masih banyak lagi, (2) dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusun tugas-tugas PLP, dan yang ke (3) dapat melatih mental dan public speaking dalam hal berkolaborasi dengan orang lain. (NM)


0 Komentar