![]() |
| Dian Harmuninsih, ST., MM |
Hari Sabtu, 9 September 2023 Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur melaksanakan kongres III tepatnnyaa (lokasi Sahabat Alam “Camping Outbond Edukasi”) di Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. dalam sambutannya ketua panitia (Aslichatul Insiyah, M.Pd) mengatakan “kegiatan kali ini mengusung tema “berdaya tangguh secara madiri dan komprehesip”, didalamnya terbesit tekad bahwa kita adallah relawan yang memiliki daya berupa kemauan, energi, semangat, ilmu serta jejaring yang kuat. Rasa kebersamaan dalam berbakti pada dunia kemanusiaan adalah rasa ketulusan, dan itulah hal yang penting yang harus dikembangkan, pungkasnya”.
koordinator SRPB (dua periode) “Dian Harmuninsih, ST., MM” menuturkan “kegiatan kali ini dihadiri oleh 63 organisasi (masing-masing organisasi mendelegasikan 1 personelnya untuk mengikuti kegiatan kongres ini sebagai peserta dan ada 50 orang lebih statusnya sebagai peninjau. Secara keseluruhan perhelatan kegiatan kongres III ini dihadiri oleh 115 orang termasuk di dalamnya yaitu pengurus. Lebih lanjut Ibu Dian mengatakan Kegiatan kongres ini sangat penting untuk dilaksanakan, alasannya yaitu (1) kita bisa belajar berorganisasi dengan baik, (2) sebagai wadah untuk mempetanggungjawabkan semua programnya selama periode itu dengan baik, serta (3) sebagai wadah untuk memperoleh sosok pemimpimpin baru yang melanjutkan perjuangan SRPB di masa mendatang.
Di tempat terpisah koordinaor sie acara ( Drs. Sudigdo Hidayat, S.Pd., M.Pd) mengatakan “kegiatan kongres III ini dilaksanakan selama 2 hari (Sabtu – Minggu, 9 – 10 September 2023), dihadiri oleh 63 mitra SRPB Jawa Timur, beliau juga menyampaikan bahwa kongres merupakan wadah tertinggi yang dilakukan oleh SRPB untuk memilih dan menetapkan pucuk pimpinan organisasi tersebut, dan uniknya di SRPB tidak menggunakan istilah Ketua tetapi Koordinator, alasanya ialah personel-personel yang tergabung dalam SRPB merupakan anggota organisasi lain yang juga bergerak dalam kebencanaan. Lebih lanjut Bapak Digdo berharap “dengan adanya kongres ini para relawan kebencanaan menjadi organisasi yang benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
![]() |
| Founder SRPB Jawa Timur |
Lebih lanjut Bapak Digdo dan bapak Alis mengatakan bahwa founder SRPB Jawa Timur ini diprakarsai oleh 3 anggota IARMI Jawa Timur yaitu (1) Bapak Alis Susetyo sebagai Kabiro 13 DPP IARMI Jawa Timur, (2) Bapak Drs. Sudigdo Hidayat, S.Pd., M.Pd sebagai Wakit 7 DPP IARMI Jawa Timur dan (3) Dra. Atfiah El Zam Zami, MM sebagai Waket 1 DPP IARMI Jawa Timur. SRPB Jawa Timur didirikan dan diresmikan pada tanggal 29 April 2017 di Hotel Regent's Kota Malang dan sekaligus ini menjadi Kongres pertamanya. Semoga dengan berdirinya SRPB ini bisa meringankan tugas pemerintah daerah maupun pusat, dapat mengakomodir organisasi kebencanaan yang ada di Jawa Timur serta mampu berkontribusi nyata bagi dunia kemanusiaan khususnya di bidang kebencanaan.
Suasana akrab dan bersahaja sangat begitu terasa mulai awal kegiatan hingga pada pembahasan masing-masing komisi. Penyampaian argumenatasi, usulan dan diskusi kecil dalam pembahasan komisi begitu terlihat asik dan menyenangkan, ini membuktikan bahwa peserta kongres III benar-benar mengharapkan hasil dan memperoleh keputusan yang terbaik untuk masa 3 tahun ke depan. Tentu keputusan itu tidak hanya untuk SRPB sendiri namun untuk seluruh masyarakat Jawa timur khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.
Jika dikorelasikan dengan tema yang diusung, maka anggota SRPB diharapkan mampu menterjemahkan dengan totalitas serta memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat, apalagi dengan situasi dan kondiri alam Indonesia belakangan ini, seringkali terjadi bencana dimana-mana, dikutip dari Sindonews (Senin, 07 Agustus 2023) “Tahun lalu (2022), sampai akhir tahun tercatat jumlah bencana 3.500 kali. Saat ini di tengah semester bencana sudah tembus di angka 2.200 kali, artinya sudah sampai di sekitar 60% dari total bencana tahun lalu ini harus kita waspadai agar kita bisa mengantsisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, dengan fenomena ini jelas SRPB beserta orang-orang didalamnya harus benar-benar menjadi personel dan pribadi yang tangguh, mandiri serta memiliki loyalitas dan jiwa kemanusiaanya yang tidak diragukan lagi. (NM).
Author: Naim






0 Komentar