Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Dokcil Hadir di SDN Pandanwangi 1

 

Hari Kamis, 7 September 2023 SDN Pandanwangi 1 Kota Malang resmi membuat gebrakan baru yaitu dengan mendirikan ektrakurikuler baru yang bernama Dokter Kecil (Dokcil), kepala sekolah (Bpk Rachmat Suliadi) menuturkan filosofi dari pendirian Dokcil ini berawal dari kebutuhan petugas usaha kesehatan sekolah (UKS) yang belum memiliki personel dari unsur siswa secara khusus dan terlatih, padahal fasilitas UKS yang dimiliki oleh lembaga kami sudah cukup lengkap, untuk itu menjadi hal yang sangat penting jika dokcil ini hadir dan dapat mengelola UKS dengan baik, memberikan pelayanan kepada siswa yang sakit, serta menjadi petugas kesehatan saat upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin maupun pada hari-hari besar lainnya.

Awal pendirian dokter kecil di SDN Pandanwangi 1 ini diprakarsai oleh Bapak Rachmat Suliadi, S.Pd, M.Pd (kepala SDN Pandanwangi 1, Ibu Yuli Suprastiwi, S.Pd (Koordinator Ektrakurikuler Dokter kecil) serta  Naim, S.Pd., M.Pd (pelatih Dokter kecil) serta  anggota pertama Dokcil yang berjumlah 10 siswa yaitu (Azzam Hilmy Attaqi, Pradita Prima Hartanto, Muhammad Diky Putra Purnomo, Hannan Attaya, Anjelita Putri, Adillatul Auliya, Syahjihan C.W, Faza Nailil Muna, Elvaritta Rahmania Palupi, dan Sabria Hosna Rokhira).

Untuk sekedar dipahami, Dokter kecil adalah siswa yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan sekolah terhadap diri sendiri, keluarga, teman siswa pada khususnya dan sekolah pada umumnya. Ada beberapa kriteria untuk menjadi anggota dokter kecil diantaranya yaitu; (1) telah menduduki kelas 3 Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah, (2) siswa kelas 3 - 5 yang belum  maupun yang pernah mendapat pelatihan dokter kecil, (3) berprestasi di sekolah, (4) Berbadan sehat, (5) berwatak pemimpin dan bertanggung jawab, (6) berpenampilan bersih dan berperilaku sehat, (7) berbudi pekerti baik dan suka menolong, (8) di izinkan orang tua.

Kemudian mengapa siswa kelas 6 tidak dilibatkan? Alasan pertama ialah pertimbangannya siswa kelas 6 akan lebih fokus kepada persiapan Uji Kompetensi Dasar (UKD) sehingga tidak bisa diganggu-ganggu lagi, alasan kedua yaitu dengan merekrut kelas 3 – 5 maka masa pembinaan dan kaderisasi akan lebih panjang sehingga mereka bisa melakukan pengabdian di UKS lebih lama dan unsur kaderisasi pun tidak terganggu.

Kemudian berbicara mengenai kegiatan dari dokter kecil ini bisa dijabarkan sebagai berikut; (1) pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi, (2) membantu penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan penelitian penglihatan, (3) pengenalan dini jenis penyakit dan tanda-tandanya, (4) pengobatan sederhana, (5) pengamatan kebersihan ruang UKS, (6) pengamatan hygiene/ sanitasi, rumah dan sekolah, halaman ruang kelas, perlengkapan, persediaan air bersih, tempat cucian, WC, kamar mandi, tempat sampah, saluran pembuangan, (7) pemberian pertolongan pertama pada korban kecelakaan, (8) pencatatan dan pelaporan obat keluar dan masuk, (9) pencatatan dan pelaporan pasien yang ditangani, (10) rujukan ke puskesmas maupun ke rumah sakit.


       Lebih lanjut  Ibu Yuli selaku koordinator ekstrakurikuler dokter kecil menuturkan “semoga anggota dokter kecil terus semangat berlatih, bisa mensosalisasikan dalam menolong sesama, berpartisipasi dalam kegiatan upacara, serta dapat berkolaborasi dengan ekstrakurikuler lainya yang ada di SDN pandanwangi 1 Kota Malang. 

Author (Naim).

Posting Komentar

0 Komentar