Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Adat Perhitungan Weton Pengantin Jawa

 

Puji Alisa (Mahasiswa Prodi Manajemen)

Pernikahan adalah salah satu kegiatan sakral yang bertujuan untuk mengikat 2 insan dalam satu hubungan yang bersifat tetap. Pernikahan juga dapat menyatukan keluarga dari masing-masing individu menjadi satu keluarga. Karena dikategorikan kegiatan sakral, sehingga ada banyak adat-adat pernikahan yang bermacam-macam di seluruh daerah nusantara Indonesia. Salah satunya di daerah Jawa yang masih kental dengan adat Jawa asli. 

Adat yang masih berlaku di daerah Jawa tentang adat dalam melakukan pernikahan, yang masih di berlakukan sampai sekarang. Salah satunya perhitungan weton pengantin Jawa, dan masih banyak juga tradisi sebelum melakukan pernikahan di suku Jawa. Tradisi ini sudah menjadi warisan budaya dari nenek moyang masyarakat Jawa, dan masih di percaya hingga saat ini. Karena percaya atau tidak pecaya jika tradisi itu di langgar atau tidak di laksanakan akan ada musibah yang akan menlanda calon pengantin dari segi aspek apapun. 

Adat perhitungan weton pengantin Jawa. Weton sendiri adalah hari kelahiran seseorang berdasar akan nama pasarannya, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Tradisi perhitungan weton pengantin di Jawa masih menjadi faktor utama yang dilakukan sebelum melakukan pernikahan. Dalam adat Jawa, perhitungan weton jodoh ini dipercaya dapat mengetahui baik buruk maupun cocok dan tidak cocoknya pasangan yang akan menikah. 

Dalam adat Jawa, tata cara dalam menghitung weton jodoh yaitu dengan menjumlahkan weton masing-masing calon mempelai, sehingga menemukan angka yang memiliki makna sendiri, dan di setiap jumlah yang sudah di hitung memiliki makna tersendiri, yang memiliki arti berbeda-beda, ada baik ada buruk dan cocok atau tidaknya, hasil itulah yang di ramalkan akan menggambarkan  kondisi pernikahan sang pengantin nantinya. Itulah Adat Perhitungan Weton yang masih kental di Jawa.




Editor: Naim

Posting Komentar

0 Komentar