![]() |
| Hesti (Mahasiswa Prodi Manajemen) |
Siapa yang belum tahu tentang pergaulan bebas? Kita sepakat bahwa pergaulan bebas di kalangan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku yang menyimpang dari norma agama dan norma kesusilaan. Melihat dan mendengar berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit anak muda pria maupun wanita yang terjerumus dalam pergaulan bebas. berdasarkan research yang saya lakukan, banyak sekali remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, contohnya hamil luar nikah, rokok, miras, tawuran, memakai obat-obat terlarang dan masih banyak lagi.
Sebenarnya pergaulan bebas dapat dihindari jika orang tua berperan aktif dalam memberikan nasehat dan larangan kepada anaknya, inilah pentingnya peran orang tua terhadap anak-anaknya. Orang tua harus mengetahui dan mengawasi dengan siapa anak itu berteman, sehingga segala sesuatu yang berdampak negative dapat dicegah lebih awal. Pergaulan bebas tidak bisa dipandang remeh karena pergaulan bebas dapat menjerumuskan dan merusak para remaja. Untuk itu pintar-pintarlah mencari teman dan pilihlah lingkungan yang berdampak positif terhadap masa depan kita.
Salah satu contoh nyata mengenai akibat dari pergaulan bebas, di wilayah saya ada seorang remaja yang hamil di luar nikah, namanya Melati (bukan nama sebenarnya). Melati ini pacaran dengan pria yang bernama Paijo (bukan nama sebenarnya), mereka pacaran sekitar 9 bulan lamanya. Seiring berjalannya waktu, Paijo mengajak Melati ke pasar malam dan dengan gampangnya Melati mau di ajak keluar malam bersama Paijo. Pada malam itulah mereka melakukan hal yang tidak baik, dan pada akhirnya Melati hamil diluar nikah dan masa depan Melati hancur begitu saja.
Penyebab terjadinya pergaulan bebas
Melihat fenomena di atas, jelas ini merupakan dampak negative dari pergaulan bebas, jika saya telaah maka ada beberapa hal penyebab terjadinya pergaulan bebas diantaraya ialah:
- belum maksimalnya pendidikan keluarga yang diberikan, Lingkungan keluarga adalah salah satu faktor kunci yang sangat memengaruhi tindakan dan perilaku remaja di masyarakat. Minimnya tingkat pendidikan di keluarga membuat remaja mudah terpengaruh pergaulan bebas. Tingkat pendidikan yang paling berperan dalam hal ini adalah pendidikan agama.
- Broken home, broken home juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan remaja terkontaminasi pergaulan bebas. Broken home tidak selalu dikaitkan dengan perceraian orang tua, tetapi keadaan rumah yang tidak nyaman juga bisa dikategorikan sebagai broken home.
- Ekonomi keluarga, Ekonomi keluarga yang kurang berkecukupan berisiko membuat remaja putus sekolah. Apalagi ditambah jika keluarga tidak mendukung dan tidak berusaha. Akibatnya, kurang ilmu dan pendidikan membuat remaja tanpa sadar terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
- Kondisi lingkungan, Hindari meniru kelakuan buruk di lingkungan karena berpotensi akan menjerumuskan kita ke hal buruk tersebut. Maka dari itu penting untuk memfilter pertemanan agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas.
- Penyalahgunaan internet, Peredaran arus informasi di internet sangatlah masif dan tak terhindarkan. Remaja bisa mengakses apa pun yang ada di internet. Hal yang membuatnya berbahaya adalah risiko remaja meniru konten yang tidak pantas di internet. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua ketika remaja sedang berselancar di internet perlu dilakukan.
Tips mencegah terjadinya pergaulan bebas
Setiap remaja harus memiliki motivasi untuk membangun pergaulan yang baik dan sehat, untuk itu, mereka bisa mencegah dengan beberapa langkah jitu sebagai beriku;
- Memperkuat pendidikan agama
- Mempererat hubungan dengan orang tua
- Selektif dalam memilih teman
- Menghindari lingkungan toxic
- Menetapkan tujuan hidup

0 Komentar