Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Akan Aku Rayakan Diri Ini

Sheilla (prodi manajemen 2023)

Aku termotivasi dari sebuah lagu yang berjudul “Semua Aku Dirayakan” yang dinyayikan oleh Nadin Amizah. Dari lagu ini aku berfikir mengapa semua harus dirayakan oleh seseorang? Lantas mengapa kita tidak merayakan diri sendiri terlebih dahulu tanpa harus menunggu dirayakan atau melihat seseorang dirayakan. Semua orang sedang merayakan dan sedang dirayakan, semua saling merayakan. Aku pun sedang merayakan tentang diri ini, tidak ada rasa iri pada orang lain, saya merasa mampu membentengi diri dengan selalu bersyukur karena pasti ada kelebihan dan kekurangan pada setiap insan.

Aku menyambut malam untuk mendengarkan ceritaku. Aku sedang bernegosiasi dengannya, tentang bagaimana isi kepala ini bergemuruh. Tentang banyaknya pertanyaan yang belum ada jawaban. Tentang luka yang tidak ada penawarnya. Tentang bagaimana aku memulai hari esok dengan senyuman. 

Ketika pagi datang melalui jendela kamar. Aku mengajaknya berhitung, menghitung semua perasaan dan keadaan sepanjang tahun kemarin sampai hari ini. Tahun ini bagiku adalah tahun yang mungkin tidak akan terlupakan. Banyak hal yang aku alami dan banyak plot twist yang terjadi. Dari tahun ini aku belajar untuk tidak berekspetasi seakan- akan semua akan baik baik saja.

Ada sebuah perasaan yang entah bagaimana harus dijelaskan atau diekspresikan. Perasaan tentang menentukan tujuan, mewujudkan keinginan, atau mencapai impian. Kecemasan dan keresahan selalu ada seiring dengan pergantian hari, namun masih sulit untuk sekedar dijabarkan dalam kalimat yang mudah dipahami. Mungkin jika ada manusia mendengarkan mereka akan beranggapan aku adalah seseorang yang seolah olah paling mengeluh. Oleh karena itu, aku menjaga mentalku sendiri untuk tidak bercerita pada manusia. 

Lantas kemana aku bercerita? Apa aku hanya diam dan berlarut larut dengan masalah? Tentu tidak. Aku bercerita hanya pada tuhan dan mungkin sesekali menulis pada buku catatan. Mungkin menurutku dengan cara itu bisa membuat sedikit legah karena aku sudah mencurahkan semua permasalahkanku. Ketika sedikit legah pasti aku bisa berfikir lebih efisien dan mampu mendapatkan solusi untuk semua permasalahan. Apa aku terlihat egois tidak mau bercerita? Tetapi menurutku, aku tidak bercerita karena aku paham semua orang pasti mempunyai masalah dan aku tidak mau menambahi beban fikiran mereka terutama orang terdekatku. 

Bagaimana ini? Bagaimana aku merayakan diri ini? Aku merayakan diri ini dengan cara menoleh kebelakang, memutar waktu bagiamana aku bisa melewati masalah-masalah yang mungkin jika difikirkan aku tidak akan mampu melewatinya. Aku selalu mensupport diriku dengan prinsip “Aku bisa, Aku hebat!”. Sesekali aku melakukan self reward pada diriku dengan cara pergi ketempat alam, atau sekedar jalan-jalan cari jajan untuk merefresh fikiran.

Belakangan ini aku sudah lihai dan bisa berdamai dengan keadaan. Karena pada akhirnya aku yang harus bertanggung jawab dan mengobati diriku sendiri. Pada akhirnya masih aku, dan tetap aku yang harus memeluk diri sendiri. Maka kewarasan diri sendiri adalah tanggung jawab masing-masing. Setiap hari masih ada luka-luka baru, masih ada masalah dengan kerumitan yang baru, bahkan masih ada kekecewaan-kekecewaan lainnya yang mengantri. Tinggal bagaimana Aku, Kita, Merayakan.

Aku sedang merayakan diriku sendiri saat ini, nanti, dan seterusnya. Karena tidak ada aku yang sekarang jika aku tidak melewati aku yang dulu. SELF LOVE!




Editor: Naim

Posting Komentar

0 Komentar