![]() |
| Oleh: Aisyah Putri |
Di balik kata istiqomah tentu ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang besar, serta untaian doa yang tidak pernah berhenti untuk dilantunkan, dengan adanya hiruk pikuk dunia yang kian membuai manusia maka nyaris sulit kata “istiqomah" dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata “sibuk dan belum Siap” tentu menjadi alibi terbaik bagi manusia yang belum siap menjalankan kebaikan secara istiqomah.
Salah satu contoh sederhana dari istiqomah ialah “yang semula jarang bersedekah kemudian karena suatu alasan dia menjadi rajin bersedekah dan istiqomah. Nah berpindahnya dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru itu yang dahulu biasa dikenal dengan kata “hijrah”. Hijrah menurut bahasa memiliki dua makna, pertama secara zhahiriy, yaitu perpindahan dari suatu tempat menuju ke tempat yang lebih baik. Dan kedua secara ma’nawiy, yaitu perubahan dari satu kondisi kepada kondisi yang lebih baik.
Bagi insan yang belum memiliki motivasi yang kuat dan niat yang mantap, maka hijrah tentu sulit untuk dilakukan, banyak tantangan dan godaan yang datang silih berganti, sehingga tidak sedikit insan yang sudah hijrah kembali ke jalan semula tentu dengan sejuta alibi dijadikan pembenaran.
Namun akan berbeda cerita jika insan yang berhijrah tersebut sudah dibekali motivasi yang kuat, niat yang mantap dan ilmu yang mumpuni, insan tersebut dipastikan tahan dengan berbagai macam godaan dan rayuan, karena saat menyatakan hijrah dia sudah siap dengan segala konsekwensi yang ia terima, mulai dari ruang gerak yang sedikit terbatas, lingkungan yang mulai kurang mensuport dan masih banyak lainnya.
Apakah insan tersebut goyah? Di momen-momen tertentu mungkin ia, namun dengan keyakinan yang sudah terpatri di sanubari maka dia kembali kuat walau harus menjawab sejuta kosekwensi yang sudah menunggu di depan mata, dalam situasi seperti ini tentu support dan dukungan orang tua dan orang-orang terbaik yang ada disekitarnya menjadi sangat penting agar insan tersebut selalu istqomah menjalankan sari’at islam.
Tetaplah melangkah dan jangan pernah menyerah apalagi berbalik arah dengan melakukan hal-hal yang buruk seperti sebelumnya. Teruslah berjalan dan berlari secara istiqomah karena setiap usaha yang kita lakukan insyaallah selalu dicatat sebagai amal kebaikan oleh Allah SWT. Kita harus yakin insyaallah jika kita istiqomah di jalan yang di ridhoi Allah maka balasannya tiada yang lain kecuali surga. Amin
Editor: Naim

0 Komentar