Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

KISMIS (Kisah Indah Semasa Menjadi Santri)

Oleh: Dian (Prodi Manajemen)

Siapa yang waktu kecil bercita-cita ingin mondok di pesantren? Atau pernah sekolah di lingkungan pesantren? Asik bukan? Ya, tentu saja sangat mengasikan dan menyenangkan, santri itu dituntut mandiri, tidur sendiri, bangun sendiri, makan sendiri, cuci pakaian sendiri, belajar sendiri dan masih banyak kegiatan lainnya yang serba sendiri.

Pengalaman menjadi seorang santri tentu memiliki sejuta cerita, mulai dari cerita sedih, haru dan juga bahagia. Memang pengalaman di pesantren sedikit berbeda dan cukup unik,  karena sudah bisa dipastikan orang yang tidak pernah menjadi santri tidak tidak akan tahu indahnya pengalaman di pesantren. pahit manisnya kehidupan seorang santri itu lebih mandiri jauh dari orang tua, kerabat  dan teman- teman. Saya berada di pesantren An Nur Bululawang selama 6 tahun, mulai dari SMP kemudian lanjut ke jenjang SMA. 

Banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya ambil selama di pesantren, Kegiatan di pesantren sangat padat, mulai dari jam 03.00 pagi sudah bangun untuk melaksanakan shalat malam, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju masjid untuk shalat subuh berjamaah, dan kebetulan pondok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern sehingga jarak kamar yang saya tinggali tidak begitu jauh dengan masjid.

Berbicara kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri sangat kuat. Saya masih ingat betul itu, salah satu contoh, ketika tiba waktunya makan sebagian santri disatukan dalam satu kelompok, kemudian makananya ditaruh pada suatu wadah seperti lengser atau nampan dan disitulah kami makan bersama, dari kebiasan semacam ini maka terciptanal nilai-nilai kebersamaan  yang semakin kuat.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya saya lulus dari pondok pesantren. Suka dan duka sudah saya rasakan selama mondok 6 tahun berada di sana. Yang jelas saya merasa bangga hidup di lingkungan pesantren karena di  pesantren saya diajarkan banyak tentang perjuangan dan nilai-nilai kehidupan yang sederhana.



Editor: Naim

Posting Komentar

0 Komentar