![]() |
| Oleh: Septiana (Prodi Manajemen) |
Masalah tentang sampah semakin kompleks di masa pandemi karena banyaknya limbah masker. Selain itu, sampah kardus dan bubble wrap juga menjadi masalah baru bagi lingkungan karena melonjaknya arus jual beli online. Daur ulang sampah plastik baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20. Namun penggunaannya berkembang secara luar biasa dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Menjadi salah satu solusi yang perlu diterapkan untuk mengatasi masalah limbah tersebut. kegiatan bagaimana mendaur ulang sampah dikerjakan secara individu maupun berkelompok.
Jika semakin banyak orang yang melakukan daur ulang, maka semakin banyak sampah yang akan memiliki nilai guna. Perlu diingat bahwa pembakaran sampah bukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Alasannya ialah, pembakaran tersebut akan menghasilkan karbondioksida yang mengotori udara. Salah satu tujuan mendaur ulang sampah plastik adalah mengalihkan plastik dari tempat pembuangan sampah, pembakaran, atau pencemaran lingkungan. Ini mengurangi kebutuhan akan produksi plastik murni, mengurangi dampak lingkungan. Plastik daur ulang sekali pakai sering diubah menjadi barang yang dapat digunakan kembali, menjaga plastik itu keluar dari aliran limbah selama bertahun-tahun.
Selain itu tujuan mendaur ulang sampah plastik adalah berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baik ekonomi lokal, nasional maupun global. Mendaur ulang plastik mengurangi jumlah sampah plastik yang pada akhirnya dapat mencemari lingkungan, terutama aliran air. Kandungan sampah plastik yang sulit terurai juga berpotensi merusak rantai makanan seperti plankton yang menjadi organisme terkecil. Data dari National Oceanographic and Atmospheric Administration menyebutkan bahwa jutaan burung dan ikan serta 100.000 mamalia mati akibat sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik.
Manfaat pengolahan sampah dengan baik dapat pula menghemat sumber daya alam yang ada. Sehingga bahan alam dapat terawat dengan baik. Seperti penggunaan tissue yang terbuat dari serat pohon yang membuat hutan menjadi rusak yang kemudian berpengaruh terhadap ekosistem yang ada didalamnya. Seperti contoh satu pohon dapat menghasilkan dua pack tissue, sedangkan satu pohon saja dapat menghasilkan oksigen menghidupi tiga orang, maka hal ini membuat kita sadar bahwa tissue yang kita gunakan telah mengurangi kadar okigen di bumi. Sebenarnya penggunaan tissue dapat diganti dengan kain serbet. Sehingga ketersediaan sumber daya alam tetap stabil.
Editor: Naim

0 Komentar