![]() |
| Oleh: Mannan, S.Pd.I Guru SDN Bujur Timur I Kec. Batumarmar Kab. Pamekasan |
Hay sahabat guru yang luar biasa, perkenalkan nama saya Mannan, S.Pd.I, saya mengajar di SD Negeri Bujur Timur I Kec. Batumarmar Kab. Pamekasan dengan mengampu matapelajaran pendidikan agama islam (PAI). Kali ini saya akan berkisah tentang perjuangan guru honorer yang kemudian atas izin Allah saya diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada tahun 2022.
Sebelum diangkat menjadi ASN, guru honorer oleh sebagian masyarakat selalu dipandang sebelah mata, karena mereka memberi lebel bahwa guru honorer itu “tidak ada uangnya”, lebih besar perjuangan dan gotong royong dibandingkan dengan benefit yang mereka (guru) terima. Saya sebagai guru honorer mulai tahun 2005 hingga 2021 ketika mendengar orang mengatakan seperti itu, saya pribadi tidak kaget dan merespon santai karena memang begitu adanya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, saya harus mencari sumber tambahan agar dapat mencukupi biaya hidup satu bulan kedepan. Dalam menjalani hidup saya selalu berkeyakinan bahwa Allah SWT menciptakan umatnya tidak akan pernah mati kelaparan, apalagi saya sebagai guru PAI maka ini tidak hanya sekedar tentang “pekerjaan dan pendapatan” namun menjadi bagian dalam berjihat di jalan Allah sesuai dengan passion saya sebagai guru atau tenaga pendidik.
Alhamdulillah, dengan iktiar dan kesabaran saya selama ini, akhirnya pada tahun 2022 saya diangkat sebagai ASN melalui jalur PPPK, dengan status baru saya yang semula sebagai guru honorer dan kini sebagai ASN, tentu ini menjadi anugerah terindah saya dan keluarga, akhirnya saya yang semula sebagai guru honorer kini status dan masa depannya semakin terang benderang.
Dengan status ASN ini, saya berkomitmen untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja, karena saya berfikir, ini semua atas izin Nya, untuk itu saya harus benar-benar menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, mencerdaskan generasi bangsa tanpa membeda-bedakan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Qurani dan menerapkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang terus berupaya maksimal untuk mengangkat harkat dan martabat guru honorer, semoga kedepannya teman-teman guru honorer yang belum beruntung bisa dengan sabar dan terus berusaha, yakinlah Allah SWT tidak tidur, maka insyaallah hari yang indah itu akan segera tiba melalui kebijakan pemerintah yang terus memberikan perhatian lebih terhadap insan pendidik.
Editor: Naim

0 Komentar