![]() |
| Daffa |
Fundamen Cendikia Bangsa – Kamis, 22 Agustus 2024, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji dari Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menghadirkan program kerja penting yang berfokus pada pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Program ini dirancang sebagai respon terhadap tingginya kasus DBD yang sering kali melanda daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersinergi langsung dengan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pihak akademisi dan praktisi lapangan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Unikama diperkenalkan langsung dengan penggunaan mesin fogging DBD, alat yang sangat vital dalam usaha pengendalian penyakit ini. Mesin fogging dirancang khusus untuk menyemprotkan insektisida, yang menjadi langkah krusial dalam pencegahan dan pengendalian penyebaran nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli, memahami cara kerja mesin, serta pentingnya penggunaan insektisida yang tepat sasaran dan efektif.
Mesin fogging DBD merupakan alat yang digunakan untuk menyemprotkan insektisida ke area yang biasa menjadi sarang nyamuk. Mesin ini mampu mendistribusikan larutan insektisida melalui asap yang menyebar secara merata, menjangkau area yang luas dalam waktu singkat. Dengan metode ini, populasi nyamuk penyebar DBD dapat ditekan secara signifikan, berbeda dengan metode tradisional seperti penggunaan obat nyamuk bakar atau semprot yang cakupannya lebih terbatas. Efisiensi ini sangat penting, terutama di daerah dengan risiko tinggi seperti Desa Jatisari.
Untuk memastikan penggunaan mesin fogging berjalan optimal, mahasiswa KKN Unikama mendapatkan pelatihan langsung dari petugas PMI Kabupaten Malang. Pelatihan ini mencakup cara menyiapkan insektisida, mengatur mesin fogging, serta teknik penyemprotan yang tepat. Dengan bimbingan langsung dari petugas PMI yang berpengalaman, mahasiswa diajarkan bagaimana melakukan fogging dengan aman dan efektif, termasuk langkah-langkah pengamanan untuk melindungi diri dan warga sekitar selama proses penyemprotan berlangsung.
Program kerja pengendalian DBD melalui fogging ini memberikan manfaat yang signifikan bagi warga Desa Jatisari. Dengan penggunaan mesin fogging, penyemprotan insektisida dapat dilakukan lebih cepat dan cakupannya lebih luas, sehingga populasi nyamuk pembawa virus DBD dapat ditekan secara efektif. Upaya ini tidak hanya membantu dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit DBD, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga desa. Partisipasi aktif mahasiswa KKN Unikama dalam program ini menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penyelenggaraan program pengendalian DBD di Desa Jatisari ini juga membawa pesan moral penting bagi semua pihak yang terlibat. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi lapangan, seperti yang ditunjukkan oleh mahasiswa KKN Unikama dan petugas PMI, menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan masalah kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Desa Jatisari semakin sadar akan pentingnya pencegahan DBD dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk. Program ini bukan hanya sekedar kegiatan temporer, tetapi juga menjadi langkah awal menuju keberlanjutan pengendalian penyakit di komunitas lokal. (DFA)



0 Komentar