![]() |
| Yumi (Pendidikan Ekonomi) |
Fundamen Cendikia Bangsa - Pada tanggal 21 Agustus 2024, mahasiswa Kerja Nyata (KKN) Unikama yang bertugas di Desa Banjararum melaksanakan program kerja sosialisasi kampung tematik, terutama di Dusun Karanglo. Program kerja ini diadakan sebagai respons terhadap hasil observasi yang menunjukkan bahwa desa Banjararum memiliki rencana untuk mengembangkan kampung tematik, namun masih belum ada sosialisasi yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep tersebut. Mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi ini dengan tujuan memberikan penjelasan mengenai manfaat, tujuan, kebijakan, dan praktik dalam pengadaan kampung tematik, sehingga masyarakat memiliki gambaran yang jelas dan terarah tentang program tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini mengusung tema "Membangun Identitas dengan Kemandirian Komunitas Lokal." Moch. Farid Andiyansya, Koordinator Desa Banjararum, menjadi narasumber utama yang menjelaskan bahwa kampung tematik adalah konsep pengembangan wilayah yang berfokus pada tema tertentu sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki desa. Kampung tematik memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup warga setempat. Farid menekankan bahwa kampung tematik tidak hanya dapat memperkuat identitas lokal, tetapi juga dapat dijadikan sebagai tempat wisata, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Banjararum.
Sosialisasi kampung tematik diadakan di balai desa pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh warga Dusun Karanglo, terutama RW 02, yang merupakan lokasi target pengadaan kampung tematik. Kegiatan ini juga didampingi oleh ketua RW 02 dan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang turut memberikan penjelasan lebih lanjut. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Acara ini sangat bermanfaat karena membekali warga dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mempersiapkan diri menghadapi implementasi kampung tematik secara matang.
Manfaat yang diperoleh dari sosialisasi kampung tematik ini sangat beragam. Pertama, warga menjadi lebih memahami pentingnya menonjolkan karakteristik unik dari Desa Banjararum sebagai potensi unggulan yang perlu dilestarikan. Pemahaman ini memperkuat rasa kebanggaan dan kepemilikan terhadap budaya serta tradisi lokal. Kedua, sosialisasi ini juga mendorong warga untuk lebih fokus pada potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi yang bisa dikembangkan, khususnya melalui usaha kecil dan menengah.
Selain itu, dengan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep kampung tematik, warga dapat lebih siap untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa mereka. Mereka dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dan menciptakan peluang baru, misalnya dengan mengembangkan industri pariwisata berbasis komunitas. Dengan demikian, kampung tematik diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, sosialisasi kampung tematik ini membuka peluang besar bagi Desa Banjararum untuk mempromosikan identitas lokalnya dan memanfaatkan potensi yang ada demi kesejahteraan bersama. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan lembaga terkait. Mahasiswa KKN berharap bahwa program kerja ini dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk menjadikan kampung tematik sebagai salah satu kekuatan utama Desa Banjararum dalam menghadapi tantangan masa depan. (YM)



0 Komentar