Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Peran Vital Generasi Muda dalam Memelihara Profesi Pertanian

 

Yulianus Jato (Prodi Akuntansi)

Fundamen Cendikia Bangsa – Di Desa Jatisari, profesi petani sawah kini semakin didominasi oleh warga lanjut usia. Kebanyakan petani di desa ini berusia di atas 60 tahun, menjadikannya sebagai tulang punggung utama dalam mempertahankan kegiatan pertanian. Namun, seiring bertambahnya usia mereka, para petani lansia menghadapi berbagai kendala fisik yang membuat pekerjaan di sawah semakin berat dan sulit dilakukan. Hal ini memunculkan kekhawatiran besar tentang masa depan pertanian sawah di desa ini, terutama karena generasi muda tampaknya semakin menjauh dari profesi ini.

Kondisi ini menimbulkan tantangan signifikan bagi Desa Jatisari, yang dikenal sebagai desa agraris dengan lahan sawah yang luas. Selama bertahun-tahun, pertanian sawah menjadi salah satu sumber utama pendapatan dan identitas desa ini. Namun, semakin sedikitnya pemuda yang berminat untuk bekerja di sawah membuat desa ini menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungan profesi tersebut. Tren ini menunjukkan bahwa, tanpa adanya regenerasi yang memadai, keberlanjutan pertanian sawah di Desa Jatisari berada dalam ancaman.


Masalah ini bukanlah hal yang baru, tetapi semakin terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Migrasi pemuda desa ke kota untuk mencari pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan dan minimnya minat terhadap pekerjaan pertanian telah memperburuk situasi. Banyak dari generasi muda ini memilih untuk bekerja di sektor lain yang menawarkan gaji lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih nyaman, meninggalkan lahan pertanian yang semakin kurang diminati.

Beberapa faktor utama menyebabkan generasi muda enggan melanjutkan profesi petani sawah. Salah satunya adalah anggapan bahwa pekerjaan di sawah tidak lagi menjanjikan secara ekonomi. Pekerjaan di sawah dianggap berat dan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima. Selain itu, kurangnya modernisasi dalam teknik pertanian membuat pekerjaan ini masih sangat bergantung pada tenaga manusia, yang membuatnya semakin tidak menarik bagi generasi muda yang lebih memilih pekerjaan dengan teknologi yang lebih maju.


Untuk melestarikan profesi petani sawah dan memastikan keberlanjutan pertanian di Desa Jatisari, diperlukan upaya yang lebih terencana dan strategis. Salah satu langkah penting adalah membangkitkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pertanian bagi kelangsungan hidup desa. Pendidikan dan pelatihan tentang teknologi pertanian modern dapat menjadi solusi efektif untuk menarik minat mereka. Dengan meningkatkan pemahaman tentang manfaat dan potensi pertanian, diharapkan generasi muda dapat lebih termotivasi untuk terlibat dalam profesi ini.

Selain itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Pemberian modal usaha, akses ke pasar yang lebih baik, dan penyediaan teknologi pertanian modern dapat membantu meringankan beban kerja petani dan membuat profesi ini lebih menarik bagi generasi muda. Dengan upaya bersama, diharapkan Desa Jatisari dapat mempertahankan warisan agrarisnya dan memastikan bahwa pertanian sawah tetap menjadi bagian integral dari kehidupan desa di masa depan. (YLN)


Posting Komentar

1 Komentar