![]() |
| Dokumen YNIC |
Fundamen Cendikia Bangsa – Suasana pagi di RW 5 Kelurahan Bandungrejosari, Selasa (12/8), terasa berbeda. Tepat pukul 08.00 WIB, ruang aula Pos PAUD Teratai mulai dipenuhi tawa anak-anak, sapaan hangat para guru, dan raut wajah penuh semangat dari para orang tua. Pada hari itu, Yayasan Nada Insani Care (YNIC) bersama Pos PAUD Teratai menggelar perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 yang dikemas sederhana, namun sarat makna dan meriah.
Acara dibuka dengan upacara singkat yang diawali lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggelegar. Suara nyanyian peserta memecah rasa kantuk dan menciptakan aura kebanggaan yang menyelimuti seluruh hadirin. “Kami sengaja memulai acara dengan suasana khidmat, supaya anak-anak, guru, dan orang tua merasakan detak semangat kemerdekaan yang sesungguhnya,” tutur Ketua Panitia, Helmi Arifin, kepada wartawan di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh pengurus Yayasan NIC, para tenaga pengajar, dan diikuti dengan antusias oleh siswa serta wali murid. Helmi menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pos PAUD Teratai merupakan salah satu wujud nyata pengabdian Yayasan NIC kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini. “Selain untuk memeriahkan HUT RI, kami ingin menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati saat ini adalah hasil perjuangan panjang, sehingga mereka pun memiliki tanggung jawab menjaga dan mengisinya dengan hal positif,” jelasnya.
Berbagai perlombaan pun digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari lomba Mewarnai Kaligrafi yang melatih kreativitas dan ketelitian anak, Estafet Karet yang menguji kekompakan, hingga permainan tradisional Nyuwun Tempeh yang sarat dengan nilai kebersamaan. Sorak sorai penonton, baik dari para guru maupun wali murid, terdengar riuh memberikan semangat kepada para peserta. “Kami sengaja memilih lomba-lomba yang tidak hanya seru, tetapi juga mendidik dan mengandung nilai budaya,” tambah Helmi.
Ketua Yayasan NIC, Dr. Naim, M.Pd., yang hadir langsung saat pembukaan, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan kepada para pahlawan, termasuk pahlawan tanpa tanda jasa, yaitu guru. “Momentum HUT RI ke-80 ini adalah kesempatan untuk mengajarkan kepedulian kepada generasi muda, agar mereka tidak hanya menghargai jasa para pejuang kemerdekaan, tetapi juga menghormati dan membantu guru sebagai penggerak pendidikan bangsa,” ujarnya.
Dr. Naim juga dengan bangga memperkenalkan jajaran pengurus Yayasan NIC kepada masyarakat. Menurutnya, pengurus yayasan berasal dari berbagai kota di Indonesia, namun memiliki semangat yang sama untuk mengembangkan dan memajukan yayasan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. “Kami berkumpul dengan satu visi: menebar kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Harapan kami, langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk ikut berkontribusi,” ungkapnya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, rangkaian acara berakhir dengan pembagian hadiah hiburan kepada para siswa dan wali murid. Tak hanya itu, panitia juga memberikan bingkisan khusus kepada tenaga pengajar Pos PAUD Teratai sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang. “Ini adalah wujud cinta kami kepada para pejuang pendidikan. Tanpa mereka, cita-cita kami untuk mencerdaskan anak bangsa tidak akan berjalan,” tutur Helmi menutup sesi wawancara.
Dengan penuh senyum dan rasa bangga, para peserta pulang membawa hadiah, kenangan indah, dan semangat kemerdekaan yang tertanam dalam hati. Bagi Yayasan Nada Insani Care dan Pos PAUD Teratai, kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan langkah nyata dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sejak usia dini.




0 Komentar