![]() |
| Wina / Akuntansi |
Fundamen Cendikia Bangsa - Wina Ummil Farah
adalah seorang mahasiswi Program Studi Akuntansi yang lahir di bawah zodiak
Virgo. Dalam kesehariannya, Wina dikenal sebagai pribadi yang teliti, pekerja
keras, dan memiliki semangat tinggi untuk belajar hal-hal baru. Saat ini, Wina
juga sudah memiliki pasangan yang selalu memberikan dukungan dalam perjalanan
studinya. Kepribadian Virgo yang perfeksionis dan penuh tanggung jawab
membuatnya selalu berusaha maksimal dalam setiap kegiatan, termasuk saat ia
mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Dalam kegiatan KKN yang ia jalani, Wina mendapat tanggung
jawab untuk melaksanakan program kerja berupa pembuatan plang edukasi sampah.
Program ini dipilih karena melihat kondisi masyarakat yang masih membutuhkan
dorongan dan kesadaran lebih terkait pengelolaan sampah. Bagi Wina, program
kerja ini menjadi kesempatan berharga untuk berkontribusi langsung dalam memberikan
manfaat bagi lingkungan sekaligus mengasah kemampuan dirinya dalam hal
kepemimpinan dan kerja sama tim.
Wina tidak menjalani tanggung jawab ini sendirian. Ia
bekerja sama dengan dua rekannya, yaitu Friska dan Noval. Ketiganya membentuk
tim kecil yang solid, meskipun tetap harus menghadapi berbagai tantangan.
Hubungan kerja sama dalam tim ini menjadi salah satu kunci penting agar program
kerja berjalan dengan baik, karena setiap anggota memiliki peran dan kontribusi
yang saling melengkapi. Dari sinilah Wina belajar bagaimana pentingnya menjaga
komunikasi dan kekompakan untuk menyukseskan tujuan bersama.
Namun, perjalanan persiapan program kerja tidak selalu
berjalan mulus. Wina bersama tim menghadapi beberapa kendala, di antaranya
kurangnya komunikasi antar penanggung jawab yang menyebabkan koordinasi dalam
penyusunan serta pengerjaan plang tidak maksimal. Selain itu, sikap terlalu
mengentengkan deadline sempat membuat pekerjaan tertunda dari jadwal. Meski
demikian, dari pengalaman ini mereka belajar betapa pentingnya komunikasi yang
intens serta manajemen waktu yang disiplin. Hal ini menjadi pelajaran berharga
agar kesalahan serupa tidak terulang di kemudian hari.
Agar kegiatan KKN dapat berjalan dengan baik, Wina
menekankan pentingnya komunikasi yang lancar antara anggota tim, Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL), serta masyarakat. Perencanaan yang realistis,
kedisiplinan waktu, dan sikap saling mendukung antar anggota kelompok juga
menjadi kunci keberhasilan. Selain itu, penyesuaian program kerja dengan kondisi
serta budaya masyarakat setempat membantu kegiatan berjalan lebih efektif.
Evaluasi rutin pun dilakukan agar semua kegiatan tetap sesuai dengan harapan
dan tujuan awal.
Banyak manfaat yang diperoleh Wina dari pelaksanaan KKN
ini. Tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif dalam
mengelola sampah. Bagi dirinya sendiri, kegiatan ini menambah pengalaman
berharga dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Ia juga lebih terlatih dalam
keterampilan komunikasi, kerja sama, serta kemampuan untuk memecahkan masalah
di lapangan. Hal-hal tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa KKN adalah
momen penting dalam perjalanan akademik.
Selain manfaat, Wina juga memperoleh banyak ilmu baru
selama mengikuti KKN. Ia belajar cara berinteraksi langsung dengan masyarakat
desa, mengorganisir program mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, serta
memahami kondisi sosial dan kebiasaan warga. Tidak jarang ia menghadapi
kendala, namun justru dari kendala tersebut ia terlatih untuk menemukan solusi
kreatif. Pengalaman ini membuatnya lebih matang dalam menghadapi tantangan
serta membentuk karakter yang lebih tangguh.
Peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga sangat dirasakan
oleh Wina dan tim. DPL tidak hanya memberi arahan agar kegiatan sesuai aturan
dan etika, tetapi juga menjadi teladan dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab,
serta sikap kritis. Arahan yang diberikan mendorong mereka untuk selalu
berpikir solutif dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dari
pengalaman ini, Wina memiliki pesan untuk adik-adik yang kelak akan menjalani
KKN: persiapkan diri dengan baik, jaga kekompakan tim, serta selalu hargai
masyarakat dengan sikap sopan dan rendah hati. Lebih dari sekadar kewajiban,
jadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar dan menikmati pengalaman berharga
yang tak akan terulang dua kali.

0 Komentar