Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Perjalanan Wina Bersama Tim

 

Wina / Akuntansi


Fundamen Cendikia Bangsa - Wina Ummil Farah adalah seorang mahasiswi Program Studi Akuntansi yang lahir di bawah zodiak Virgo. Dalam kesehariannya, Wina dikenal sebagai pribadi yang teliti, pekerja keras, dan memiliki semangat tinggi untuk belajar hal-hal baru. Saat ini, Wina juga sudah memiliki pasangan yang selalu memberikan dukungan dalam perjalanan studinya. Kepribadian Virgo yang perfeksionis dan penuh tanggung jawab membuatnya selalu berusaha maksimal dalam setiap kegiatan, termasuk saat ia mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam kegiatan KKN yang ia jalani, Wina mendapat tanggung jawab untuk melaksanakan program kerja berupa pembuatan plang edukasi sampah. Program ini dipilih karena melihat kondisi masyarakat yang masih membutuhkan dorongan dan kesadaran lebih terkait pengelolaan sampah. Bagi Wina, program kerja ini menjadi kesempatan berharga untuk berkontribusi langsung dalam memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mengasah kemampuan dirinya dalam hal kepemimpinan dan kerja sama tim.

Wina tidak menjalani tanggung jawab ini sendirian. Ia bekerja sama dengan dua rekannya, yaitu Friska dan Noval. Ketiganya membentuk tim kecil yang solid, meskipun tetap harus menghadapi berbagai tantangan. Hubungan kerja sama dalam tim ini menjadi salah satu kunci penting agar program kerja berjalan dengan baik, karena setiap anggota memiliki peran dan kontribusi yang saling melengkapi. Dari sinilah Wina belajar bagaimana pentingnya menjaga komunikasi dan kekompakan untuk menyukseskan tujuan bersama.

Namun, perjalanan persiapan program kerja tidak selalu berjalan mulus. Wina bersama tim menghadapi beberapa kendala, di antaranya kurangnya komunikasi antar penanggung jawab yang menyebabkan koordinasi dalam penyusunan serta pengerjaan plang tidak maksimal. Selain itu, sikap terlalu mengentengkan deadline sempat membuat pekerjaan tertunda dari jadwal. Meski demikian, dari pengalaman ini mereka belajar betapa pentingnya komunikasi yang intens serta manajemen waktu yang disiplin. Hal ini menjadi pelajaran berharga agar kesalahan serupa tidak terulang di kemudian hari.

Agar kegiatan KKN dapat berjalan dengan baik, Wina menekankan pentingnya komunikasi yang lancar antara anggota tim, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta masyarakat. Perencanaan yang realistis, kedisiplinan waktu, dan sikap saling mendukung antar anggota kelompok juga menjadi kunci keberhasilan. Selain itu, penyesuaian program kerja dengan kondisi serta budaya masyarakat setempat membantu kegiatan berjalan lebih efektif. Evaluasi rutin pun dilakukan agar semua kegiatan tetap sesuai dengan harapan dan tujuan awal.

Banyak manfaat yang diperoleh Wina dari pelaksanaan KKN ini. Tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah. Bagi dirinya sendiri, kegiatan ini menambah pengalaman berharga dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Ia juga lebih terlatih dalam keterampilan komunikasi, kerja sama, serta kemampuan untuk memecahkan masalah di lapangan. Hal-hal tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa KKN adalah momen penting dalam perjalanan akademik.

Selain manfaat, Wina juga memperoleh banyak ilmu baru selama mengikuti KKN. Ia belajar cara berinteraksi langsung dengan masyarakat desa, mengorganisir program mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, serta memahami kondisi sosial dan kebiasaan warga. Tidak jarang ia menghadapi kendala, namun justru dari kendala tersebut ia terlatih untuk menemukan solusi kreatif. Pengalaman ini membuatnya lebih matang dalam menghadapi tantangan serta membentuk karakter yang lebih tangguh.

Peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga sangat dirasakan oleh Wina dan tim. DPL tidak hanya memberi arahan agar kegiatan sesuai aturan dan etika, tetapi juga menjadi teladan dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap kritis. Arahan yang diberikan mendorong mereka untuk selalu berpikir solutif dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dari pengalaman ini, Wina memiliki pesan untuk adik-adik yang kelak akan menjalani KKN: persiapkan diri dengan baik, jaga kekompakan tim, serta selalu hargai masyarakat dengan sikap sopan dan rendah hati. Lebih dari sekadar kewajiban, jadikan KKN sebagai kesempatan untuk belajar dan menikmati pengalaman berharga yang tak akan terulang dua kali.

Posting Komentar

0 Komentar