![]() |
| Arnoldus / PGSD |
Fundamen Cendikia Bangsa - Arnoldus Jansen
Rejo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, saat ini sedang melaksanakan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Tajinan. Pria berzodiak Capricorn ini dengan santai
menyebut statusnya masih jomblo, namun penuh semangat ketika bercerita tentang
perjalanan sebulan di tengah masyarakat. “KKN ini sangat menyenangkan, karena
saya bisa mengenal teman-teman baru sekaligus berinteraksi langsung dengan
warga sekitar,” ujarnya membuka percakapan.
Baginya, KKN bukan sekadar formalitas akademik. Arnoldus
menuturkan banyak pelajaran berharga yang ia petik selama program tersebut.
“Saya belajar tentang tanggung jawab dalam menjalankan tugas yang diberikan,
juga disiplin dalam melaksanakannya. Selain itu, saya mendapat pengalaman
berharga tentang bagaimana cara berinteraksi langsung dengan masyarakat di
lingkungan yang berbeda,” katanya.
Arnoldus menekankan, kunci sukses menjalani KKN adalah
komunikasi. Ia menyebut komunikasi sebagai modal utama yang harus dimiliki
setiap peserta KKN. “Kalau mau sukses, komunikasi itu nomor satu. Selain itu,
kerja sama juga penting agar program bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Salah satu program kerja yang ia banggakan adalah Gerakan
Digitalisasi UMKM Tajinan atau GADAI. Program ini berfokus pada penguatan
pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar bisa beradaptasi dengan
perkembangan digital. “Kami membantu UMKM untuk bisa lebih mengenal teknologi,
agar usaha mereka tidak tertinggal,” jelas Arnoldus.
Namun, perjalanan KKN tentu tidak selalu mulus. Tantangan
terbesar yang dihadapi Arnoldus adalah beradaptasi dengan lingkungan baru,
terutama karena adanya perbedaan budaya dan bahasa. “Awalnya memang sulit,
karena bahasa dan kebiasaan di sini berbeda dengan yang biasa saya jalani,”
tuturnya jujur.
Untuk mengatasi itu, ia memilih cara yang sederhana namun
efektif: belajar bahasa daerah setempat dan meningkatkan kemampuan komunikasi.
“Dengan mencoba memahami bahasa lokal, masyarakat jadi lebih terbuka dan akrab
dengan saya. Dari situ interaksi terasa lebih hangat,” kata mahasiswa asal luar
Jawa ini.
Di balik cerita perjuangannya, Arnoldus tidak lupa
menyampaikan rasa syukur kepada orang tua yang telah mendukung perjalanannya
hingga bisa menempuh pendidikan di Pulau Jawa. “Terima kasih yang tak terhingga
karena sudah menyekolahkan saya di Jawa. Terima kasih juga karena selalu
mendukung setiap proses yang saya jalani di dunia pendidikan,” ucapnya penuh
haru.
Dengan segudang pengalaman dari KKN, Arnoldus kini semakin
yakin menatap masa depan. Meski masih berstatus jomblo, mahasiswa Capricorn ini
membawa pulang pelajaran hidup yang tak ternilai: tentang tanggung jawab,
komunikasi, dan pentingnya adaptasi. “KKN bukan hanya soal program kerja, tapi
soal membentuk diri menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia nyata,” pungkasnya.

0 Komentar