Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Suara yang tak diharapkan

 

Nur Azizah / Ilmu Hukum

Fundamen Cendikia Bangsa - KKN selalu punya cerita unik yang sulit dilupakan. Tinggal bersama teman-teman di satu posko, berbagi tugas, menjalankan program, hingga tertawa bersama menjadi pengalaman berharga yang tak ternilai. Apalagi posko kami berada di sebuah rumah tua yang sederhana, penuh nuansa zaman dulu, hangat namun menyimpan misterinya sendiri. Setiap malam, rumah itu seolah hidup dengan kisah-kisah baru yang tak selalu terlihat kasat mata.

Malam itu angin berhembus pelan, berusaha menyelinap ke setiap ruangan, membawa hawa dingin yang merambat hingga ke kulit. Suasana semakin hening, hanya ditemani rintihan jangkrik. Namun dalam kesunyian itu, tiba-tiba terdengar suara tawa samar yang sama sekali tak kuharapkan. Suara itu hadir begitu saja, seakan menyapa dari dimensi lain yang tak terjangkau logika.

Keesokan harinya, tepat di hari kedua KKN, aku mengalami kejadian yang lebih mengejutkan. Saat berada di kamar mandi, suara tawa lirih kembali terdengar. Rasanya asing, seolah datang hanya untuk menegurku. Tidak lama setelah itu, tubuhku mendadak lemas. Malam harinya, aku jatuh sakit dengan demam tinggi. Teman-teman posko khawatir dan mengira aku sakit karena jajan sembarangan. Namun, dalam hati aku tahu sakit itu datang begitu dekat dengan peristiwa suara tawa misterius yang kualami.

Seolah ada pesan tersirat dari “penghuni lama” rumah itu. Mungkin sebuah isyarat, mungkin pula peringatan agar kami selalu menjaga sikap. Untungnya, aku tidak sendirian. Teman-teman posko sigap membantu, merawat, dan menemaniku melewati malam-malam yang menegangkan. Dari sana aku belajar bahwa di balik pengalaman mistis sekalipun, selalu ada nilai kebersamaan dan kepedulian yang memperkuat ikatan persahabatan.

Sebagai seorang Virgo, aku memang cukup peka terhadap suasana sekitar. Meski tidak selalu, terkadang aku mendengar suara-suara yang tidak semua orang bisa rasakan. Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya sekadar rasa takut, melainkan juga pengingat bahwa ada hal-hal di luar nalar manusia yang patut dihormati keberadaannya.

Menghadapi peristiwa itu, aku mencoba menenangkan diri. Doa dalam hati menjadi penopang, dan keyakinan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian membuatku lebih berani. Pesanku kepada teman-teman: jangan mudah panik bila menghadapi kejadian serupa di tempat baru. Ingatlah bahwa kita hanyalah tamu. Menjaga sopan santun, berdoa, dan tetap tenang adalah kunci menghadapi hal-hal yang tak terduga.

Meski tawa itu sempat menakutkan, darinya aku belajar arti keberanian, ketenangan, dan penghormatan terhadap sesuatu yang tak kasat mata. Pada akhirnya, setiap pengalaman, bahkan yang menyeramkan sekalipun, tetap menyimpan pelajaran berharga untuk hidup.

Posting Komentar

0 Komentar