Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Delapan Orang, Satu Tim, Banyak Cerita

 

Yanti Nur Iman Gulo/ Pend. Fisika


Fundamen Cendikia Bangsa - Yanti Nur Iman Gulo adalah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika yang saat ini tengah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Lahir dengan zodiak Aries yang dikenal bersemangat dan penuh energi, Yanti memang memiliki karakter yang senang mencoba hal-hal baru. Hobi bermain gitar yang ia tekuni sejak lama juga menjadi teman setianya ketika penat melanda di sela-sela aktivitas KKN. Dengan karakter yang terbuka dan suka bersosialisasi, ia merasa pengalaman KKN ini bukan hanya sebatas program akademik, melainkan juga perjalanan hidup yang berharga.

Sejak awal terjun dalam kegiatan KKN, Yanti merasakan banyak hal baru yang membuatnya semakin bersemangat. Ia mengaku senang bisa bertemu dengan teman-teman satu angkatan dari berbagai jurusan. Meskipun latar belakang mereka berbeda-beda, ternyata semua teman dalam timnya sangat ramah dan tidak ada yang bersikap sombong. Baginya, kehangatan itulah yang membuat suasana posko KKN menjadi lebih hidup. Walau begitu, ia tidak menampik adanya rasa gugup karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan memikul tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan program kerja.

Salah satu program yang dijalankan Yanti bersama tim adalah pembuatan Eco pot. Program ini dilaksanakan di MI Jabal Tsur dengan sasaran anak-anak kelas V. Walaupun Yanti hanya sebagai anggota, ia tetap berkontribusi penuh, terutama ketika praktik langsung di lapangan. Ia merasa senang karena anak-anak di sekolah tersebut begitu antusias, patuh, dan mudah diarahkan. Kerja sama antara anggota tim dan penanggung jawab juga berjalan sangat baik, sehingga program dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan berarti.

Tim Eco pot beranggotakan delapan orang, yakni Mbak Sinta sebagai penanggung jawab, lalu ada Mbak Wiwin, Mbak Izah, Mbak Anisa, Mas Aldi, Mas Aril, Mas Marchel, dan Yanti sendiri. Masing-masing anggota memiliki peran dan tanggung jawabnya, namun yang membuat Yanti kagum adalah sikap saling mendukung yang selalu terbangun di dalam kelompok. Mereka bekerja bukan hanya sebagai rekan, tetapi juga seperti keluarga yang saling melengkapi.

Namun, menjalankan program tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, misalnya ketergantungan pada kondisi cuaca. Jika kegiatan dilakukan di luar ruangan, hujan bisa menghambat jalannya program. Selain itu, waktu pengeringan cat yang terbatas juga bisa membuat proses selanjutnya terganggu. Belum lagi potensi kebosanan anak-anak, terutama jika ada jeda waktu yang cukup lama. Yang tak kalah penting, ada risiko keamanan dalam penggunaan cat maupun alat potong, sehingga perlu pengawasan ekstra dari tim.

Untuk mengatasi semua itu, Yanti bersama tim selalu berusaha mencari solusi terbaik. Mereka mengantisipasi cuaca dengan menyiapkan alternatif tempat, mengatur waktu agar tidak terlalu lama menunggu cat kering, serta menyiapkan aktivitas tambahan agar anak-anak tetap bersemangat. Dalam hal keamanan, mereka membagi tugas secara jelas, sehingga setiap anak mendapat pengawasan. Dengan cara itu, semua tantangan bisa dilalui dengan baik, bahkan berubah menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.

Selain itu, perbedaan pendapat antar anggota tim pun bukan hal yang bisa dihindari. Namun, Yanti percaya bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan justru membuat tim lebih kaya akan ide. Kiat yang selalu ia pegang adalah berdiskusi dengan kepala dingin, menghargai pendapat teman, mencari jalan tengah, dan mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi. Prinsip tersebut membuat suasana dalam tim tetap kondusif, dan setiap program bisa berjalan dengan lancar tanpa ada konflik yang berarti.

Bagi Yanti, pengalaman KKN ini menjadi salah satu bab penting dalam hidupnya. Ia belajar banyak hal, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dalam tim, menghadapi tantangan, hingga terjun langsung ke masyarakat. Semua pengalaman itu baginya adalah bekal berharga, bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi juga untuk kehidupannya kelak. Yanti yakin, pengalaman di KKN akan selalu ia kenang sebagai masa yang penuh cerita, tawa, dan pembelajaran yang tidak ternilai.

Posting Komentar

0 Komentar