![]() |
| Yanti Nur Iman Gulo/ Pend. Fisika |
Fundamen Cendikia Bangsa - Yanti Nur Iman Gulo
adalah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika yang saat ini tengah
mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Lahir dengan zodiak Aries yang
dikenal bersemangat dan penuh energi, Yanti memang memiliki karakter yang
senang mencoba hal-hal baru. Hobi bermain gitar yang ia tekuni sejak lama juga
menjadi teman setianya ketika penat melanda di sela-sela aktivitas KKN. Dengan
karakter yang terbuka dan suka bersosialisasi, ia merasa pengalaman KKN ini
bukan hanya sebatas program akademik, melainkan juga perjalanan hidup yang
berharga.
Sejak awal terjun dalam kegiatan KKN, Yanti merasakan
banyak hal baru yang membuatnya semakin bersemangat. Ia mengaku senang bisa
bertemu dengan teman-teman satu angkatan dari berbagai jurusan. Meskipun latar
belakang mereka berbeda-beda, ternyata semua teman dalam timnya sangat ramah
dan tidak ada yang bersikap sombong. Baginya, kehangatan itulah yang membuat
suasana posko KKN menjadi lebih hidup. Walau begitu, ia tidak menampik adanya
rasa gugup karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan memikul tanggung
jawab yang besar dalam melaksanakan program kerja.
Salah satu program yang dijalankan Yanti bersama tim adalah
pembuatan Eco pot. Program ini dilaksanakan di MI Jabal Tsur dengan sasaran
anak-anak kelas V. Walaupun Yanti hanya sebagai anggota, ia tetap berkontribusi
penuh, terutama ketika praktik langsung di lapangan. Ia merasa senang karena
anak-anak di sekolah tersebut begitu antusias, patuh, dan mudah diarahkan.
Kerja sama antara anggota tim dan penanggung jawab juga berjalan sangat baik,
sehingga program dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Tim Eco pot beranggotakan delapan orang, yakni Mbak Sinta
sebagai penanggung jawab, lalu ada Mbak Wiwin, Mbak Izah, Mbak Anisa, Mas Aldi,
Mas Aril, Mas Marchel, dan Yanti sendiri. Masing-masing anggota memiliki peran
dan tanggung jawabnya, namun yang membuat Yanti kagum adalah sikap saling
mendukung yang selalu terbangun di dalam kelompok. Mereka bekerja bukan hanya sebagai
rekan, tetapi juga seperti keluarga yang saling melengkapi.
Namun, menjalankan program tidak selalu berjalan mulus. Ada
beberapa tantangan yang harus dihadapi, misalnya ketergantungan pada kondisi
cuaca. Jika kegiatan dilakukan di luar ruangan, hujan bisa menghambat jalannya
program. Selain itu, waktu pengeringan cat yang terbatas juga bisa membuat
proses selanjutnya terganggu. Belum lagi potensi kebosanan anak-anak, terutama
jika ada jeda waktu yang cukup lama. Yang tak kalah penting, ada risiko keamanan
dalam penggunaan cat maupun alat potong, sehingga perlu pengawasan ekstra dari
tim.
Untuk mengatasi semua itu, Yanti bersama tim selalu
berusaha mencari solusi terbaik. Mereka mengantisipasi cuaca dengan menyiapkan
alternatif tempat, mengatur waktu agar tidak terlalu lama menunggu cat kering,
serta menyiapkan aktivitas tambahan agar anak-anak tetap bersemangat. Dalam hal
keamanan, mereka membagi tugas secara jelas, sehingga setiap anak mendapat
pengawasan. Dengan cara itu, semua tantangan bisa dilalui dengan baik, bahkan
berubah menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga.
Selain itu, perbedaan pendapat antar anggota tim pun bukan
hal yang bisa dihindari. Namun, Yanti percaya bahwa perbedaan adalah hal yang
wajar dan justru membuat tim lebih kaya akan ide. Kiat yang selalu ia pegang
adalah berdiskusi dengan kepala dingin, menghargai pendapat teman, mencari
jalan tengah, dan mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan
pribadi. Prinsip tersebut membuat suasana dalam tim tetap kondusif, dan setiap
program bisa berjalan dengan lancar tanpa ada konflik yang berarti.
Bagi Yanti, pengalaman KKN ini menjadi salah satu bab
penting dalam hidupnya. Ia belajar banyak hal, mulai dari beradaptasi dengan
lingkungan baru, bekerja sama dalam tim, menghadapi tantangan, hingga terjun
langsung ke masyarakat. Semua pengalaman itu baginya adalah bekal berharga,
bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi juga untuk kehidupannya kelak. Yanti
yakin, pengalaman di KKN akan selalu ia kenang sebagai masa yang penuh cerita, tawa,
dan pembelajaran yang tidak ternilai.

0 Komentar