![]() |
| Ila Rohimatul Aviva / PG PAUD |
Fundamen Cendikia Bangsa - Di balik kesuksesan sebuah program Kuliah
Kerja Nyata (KKN), selalu ada kisah inspiratif dari para mahasiswa yang
menjalaninya. Salah satunya datang dari Ila Rohimatul Aviva, mahasiswi asal
Tirtoyudo, Malang, yang baru saja menyelesaikan masa pengabdiannya di sebuah
desa bersama rekan-rekan KKN. Pemilik zodiak Cancer ini mendapat tanggung jawab
di bidang Seksi Pendidikan, sebuah amanah yang tidak hanya menuntut keseriusan,
tetapi juga kepedulian terhadap anak-anak dan masyarakat setempat. Dengan
semangat tinggi, Ia melaksanakan tugasnya hingga program yang dirancang dapat
berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata.
Sejak awal, Ila menyadari bahwa
tanggung jawab di bidang pendidikan bukanlah hal yang sederhana. Meski
demikian, berkat perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari tim KKN, masyarakat,
serta arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), seluruh program akhirnya
terlaksana sesuai dengan rencana. “Alhamdulillah sangat bersyukur banget,
karena semua program dapat berjalan dengan lancar. Di awal memang ada sedikit
penyesuaian jadwal, namun berkat kerja sama tim, dukungan masyarakat, dan
bimbingan dari DPL, semuanya bisa terlaksana dengan baik,” ujar Ila dengan
penuh rasa syukur.
Menjalani KKN tentu tidak luput
dari berbagai tantangan. Namun, bagi Ila, kendala yang dihadapi nyaris tidak berarti.
Hanya saja, ia mengakui bahwa pada tahap awal memang dibutuhkan proses adaptasi
agar kegiatan sesuai dengan kondisi lapangan. Setelah itu, semua berjalan mulus
tanpa hambatan berarti. “Secara umum tidak ada kendala yang besar, hanya
penyesuaian di awal. Selebihnya program berjalan lancar,” katanya menegaskan.
Keberhasilan sebuah program kerja
tentu tidak terlepas dari strategi dan cara kerja tim. Ila pun membagikan tips
suksesnya dalam melaksanakan proker. Menurutnya, kunci utama terletak pada
komunikasi yang baik antar anggota, keterbukaan terhadap pendapat orang lain,
dan sikap saling membantu ketika ada kesulitan. Selain itu, kekompakan,
kedisiplinan, serta bekerja dengan hati yang ikhlas juga menjadi faktor penting
agar hasil yang dicapai lebih maksimal. Prinsip inilah yang selalu ia pegang
selama menjalani KKN.
Kebersamaan dalam tim KKN tidak
selalu berjalan tanpa dinamika. Namun, Ila merasa bersyukur karena hampir tidak
ada perbedaan pendapat yang besar di antara anggota. Jika pun ada sedikit perbedaan,
semua bisa diselesaikan secara musyawarah dan penuh penghargaan terhadap
pendapat masing-masing. “Alhamdulillah, selama KKN hampir tidak ada perbedaan
yang berarti. Kalau pun ada, semuanya bisa diselesaikan dengan musyawarah,”
ungkapnya. Hal ini membuat kerja sama tim semakin solid dan harmonis.
Lebih dari sekadar pengalaman
akademik, KKN bagi Ila menjadi ajang pembelajaran kehidupan yang berharga. Ia
belajar bagaimana caranya berinteraksi dengan masyarakat, menghadapi berbagai
karakter orang, serta membangun kerja sama dalam sebuah tim yang heterogen.
Semua itu, menurutnya, merupakan bekal berharga yang tidak bisa didapatkan
hanya dari bangku kuliah. Ia merasa senang karena seluruh program berjalan
lancar, namun sekaligus haru karena kebersamaan dengan teman-teman harus
berakhir.
Momen penutupan KKN menjadi
pengalaman emosional tersendiri bagi Ila. Ia mengaku bahwa meski program telah
usai, silaturahmi dengan masyarakat dan rekan KKN tetap akan ia jaga. “KKN ini
memberikan pengalaman yang sangat berharga. Banyak pelajaran yang saya dapat,
bukan hanya soal akademik, tapi juga soal kehidupan. Rasanya senang karena
semua program berjalan lancar, tapi juga haru karena kebersamaan harus
berakhir,” ucapnya dengan mata berbinar. Harapannya, pengalaman ini bisa
menjadi modal penting dalam menapaki masa depan.
Dari kisah Ila Rohimatul Aviva, kita belajar bahwa kesuksesan sebuah program kerja bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja sama, komunikasi yang baik, dan ketulusan hati. Apa yang ia jalani selama KKN diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain yang akan terjun ke masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, setiap langkah kecil dapat memberi manfaat besar bagi lingkungan sekitar. Ila pun menutup perjalanannya di KKN dengan penuh rasa syukur dan keyakinan bahwa pengalaman ini akan selalu melekat sepanjang hidupnya.

0 Komentar