
Banyak fenomena di masyarakat yang sangat unik, rumit dan terkadang juga menggelitik untuk dipahami, salah satu diantaranya ialah mengenai problem “komunikasi cinta dalam rumah tangga”, ada banyak persoalan sederhana namun menjadi rumit dalam menuntaskannya.
Ada para istri mengeluh karena saat suami pulang kerja, sang suami langsung tertidur pulas, ada juga keluhan suami saat pulang kerja mendapati istrinya sibuk dengan handphone sehingga lupa menyambut suaminya pulang, ada istri yang pontang panting sibuk mencari nafkah namun sang suami sibuk nongkrong dengan teman-temanya atau bahkan tidur seharian, dan yang terakhir suami terlalu sibuk mencari nafkah sehingga lupa waktu membahagiakan istri.
Fenomena di atas, merupakan cuplikan kecil masalah sederhana dalam rumah tangga namun berdampak fatal jika dibiarkan berlarut-larut dan semakin akut. Banyak kasus perselingkuhan yang berawal dari hal yang sederhana, beberapa faktornya diantaranya seperti yang telah diuraikan di atas.
Baca juga: Akademik atau IPK
Mengapa itu terjadi? jika kita flashback kepada pokok permasalahannya, itu terjadi salah satunya karena kurangnya komunikasi dalam berumah tangga, mereka tidak dapat membangun komunikasi dua arah dengan baik, yang terjadi malah sebaliknya, mereka saling cuek dan acuh atas permasalahan yang sedang menerpa mereka dan tentu saja cepat atau lambat, situasi semacam itu tentu akan mempengaruhi kadar cinta dalam berumah tangga.
Dampak kurang komunikasi dengan pasangan
Permasalahan kurangnya komunikasi dalam rumah tangga jika dibiarkan berlalut-larut maka akan berdampak sebagai berikut;
1. Antar pasangan tidak bisa saling memahami
Tidak bisa memahami apa yang diinginkan, bagaimana bisa memahami jika mereka jarang sekali bertegur sapa dengan alasan klasik (seperti saya Lelah, percuma saya bicara, dia sudah tahu, dan masih banyak lagi) seharusnya dalam rumah tangga hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampak negatifnya sangat besar.
2. Akan menciptakan rasa saling curiga
Saat kita kurang berkomunikasi dengan pasangan kita, maka cepat atau lambat pada titik tertentu akan muncul rasa curiga, jika rasa itu telah muncul maka hendaknya mulailah belajar memahami dan introspeksi diri agar tidak terjadi hal yang lebih jauh lagi.
3. Tidak tercipta rasa khawatir
Jika dalam rumah tangga sudah mengabaikan rasa khawatir, ini tentu sudah sangat mengkhawatirkan, karena jika sudah tidak ada rasa saling khawatir maka yang terjadi akan berjalan sendiri-sendiri, saling diam, dan yang lebih parah lagi adalah akan mencari pelampiasan di luar.
4. Tidak tercipta saling memotivasi
Bagaimana akan muncul rasa saling memotivasi, jika mereka cenderung sibuk dengan dunianya masing-masing, tidak ada lagi saling peduli dan lainnya, Jika ini sudah terjadi, maka segera berkonsultasi dengan pihak ke tiga (seperti orangtua, mertua, atau orang yang dianggap mampu memberikan solusi.
Baca juga: Tugas Skripsi Itu Mudah
Solusi dari Dampak kurang komunikasi dengan pasangan
Setiap ada permasalahan maka tentu ada juga solusi atau jalan keluarnya, untuk itu ada beberapa solusi yang dihadirkan dalam artikel ini agar jika diluar sana ada yang mengalami problem yang serupa bisa segera diatasi dengan baik sebelum terlambat;
1. Bangun komunikasi dengan pasangan setiap saat,
Bangunlah komunikasi setiap saat, bangun tidur jangan langsung cek handphone namun sapalah pasangan kita dengan manja, berikan pelukan hangat agar bisa merasakan kehadiran sosok yang amat dia kagumi, bangun komunikasi saat pasangan sedang masa di dapur sembari membantu apa yang diperlukan dan masih banyak lagi.
2. Menyapa pasangan saat berangkat atau setelah pulang kerja
Selelah dan sesibuk apapun anda saat berangkat dan pulang kerja, bangunlah komunikasi dengan pasangan dengan baik, minimal berkata (hati-hati sayang, jangan lupa makan, apa kabar sayang, masak apa hari ini kok baunya sangat menggoda, aku rindu sekali, bagaimana sekolahnya anak-anak dan masih banyak lagi).
3. Buang jauh-jauh rasa curiga
Saat pasangan sama-sama bekerja atau salah satu yang bekerja, maka buang jauh-jauh rasa curiga dan perkuat rasa percaya terhadap pasangan kita, jika ini bisa kita lakukan dengan baik maka hubungan dalam rumah tangga kita akan baik-baik saja
4. Ciptakan suasa romantis
Suasana romantis itu tidak mahal, suasana romantis bisa kita ciptakan sendiri, bisa kita bangun sendiri tanpa harus ke luar kota, puncak maupun vila, suasana romantis bisa kita bangun mulai dari memberikan kata pujian kepada pasangan kita, memberikan hadiah kesukaannya saat masih muda dulu, atau dimasakkan menu spesial yang sebelumnya belum dirasakan oleh pasangan kita.
konklusi
komunikasi cinta dalam rumah tangga sangat penting, gara-gara kurang komunikasi bisa tercipta kesalahpahaman, menurunnya kadar cinta atau bahkan perceraian yang tentu saja itu akan menyakitkan perasaan anak dari buah pernikahannya. Perbaiki dengan segera dan jangan coba-coba mencari pihak ketiga “yang tidak bertanggung jawab” karena solusi yang ditawarkan malah justru menjerumuskan dan menghancurkan masa depan rumah tangga dan anak-anak.
0 Komentar