Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

MEMILIH: IPK Tinggi Atau Aktif Organisasi?

Oleh: Eva  Dwi Saputri
(Wakil Ketua Senat Mahsiswa FEB Unikama)
 

Menjadi seorang mahasiswa merupakan suatu hal yang sangat membanggakan, ya, karena tidak semua orang bisa merasakan bangku perkuliahan. Banyak di luar sana yang sangat menginginkan untuk bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan, akan tetapi tidak kesampaian karena terkendala beberapa permasalahan. 

Kita yang sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa, harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri dalam memasuki masa produktif (dunia kerja maupun sebagai pencipta lapangan kerja). Karena pada dasarnya persaingan dalam dunia kerja dari tahun ke tahun semakin ketat, untuk itulah sangat rugi jika kita hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang- kuliah pulang) semata, akan tetapi jika ada  mahasiswa yang memilih menjadi "mahasiswa murni" atau hanya sebatas kuliah pulang saja maka itu menjadi sebuah pilihan masing-masing individu. 

Baca juga: Pancasila ada, Indonesia Bisa 

Sebenarnya dalam dunia perkuliahan, mahasiswa juga sering dibingungkan dengan pilihan, misalnya saya sebaiknya menjadi mahasiswa yang memiliki IPK tinggi atau aktif dalam berorganisasi, karena pada dasarnya kedua hal tersebut sama-sama penting dan keduanya tidak dapat dipisahkan. Ada dari beberapa mahasiswa yang berfikir bahwasanya dengan mengejar IPK yang tinggi sudah cukup dan adapula yang berfikir kuliah tanpa mengikuti organisasi tidak berarti apa-apa. 

Berbicara tentang IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif, dalam perkuliahan sudah tidak asing lagi bahkan antara mahasiswa berlomba-lomba dalam mengejar IPK yang tinggi. hal tersebut didasari pemikiran bahwasanya dengan mendapatkan IPK tinggi dapat memuaskan dan menguntungkan bagi mahasiswa dalam melamar pekerjaan. Akan tetapi IPK juga bisa menjadi momok yang menyeramkan bagi mahasiswa yang tingkat kecerdasanya hanya pas-pasan karena apabila IPK mereka rendah atau ada salah satu mata kuliah yang tidak lolos maka harus mengulang. 

Baca juga: Membedah Makna Pancasila

Lain halnya dengan mahasiswa yang berfikir bahwasanya dengan IPK tinggi tidak cukup menjamin kesuksesan dalam dunia kerja, malainkan seorang mahasiswa harus mengikuti oraganisasi guna mempersipakan diri dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Paling tidak mereka yang sudah pernah mengikuti organisasi paham bagaimana cara kerja di dalam suatu organisasi sehingga menjadi nilai tambah tersendiri. 

selain itu, bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi tentu dapat melatih diri bagaimana bersosialisasi dalam dunia politik, seni, ekonomi dan masyarakat, begitu juga halnya mereka akan mendapatkan pengalaman seperti membuat struktur organisasi, memimpin dan menutup rapat, membuat program kerja serta pengalaman lainya yang tidak diperoleh di bangku kuliah. 

Baca juga: Skripsi Itu Mudah

lebih lanjut, dengan berorganisasi maka tentu dapat meningkatkan kemampuan soft skill serta mengembangkan potensi mahasiswa yang mempunyai bakat terpendam. Nah hal tersebut anggap saja sebagai pemanasan terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke dunia kerja, sehingga ketika kelak masuk dalam dunia kerja sudah tidak akan kaget lagi karena sudah terbiasa dalam organisasi sebelumnya. Akan tetapi ada hal yang perlu diingat oleh mahasiswa yaitu "bagi mahasiswa yang ambisius dalam berorganisasi maka hendaknya harus tetap diimbangi dengan belajar yang baik sehingga kelak saat lulus, hasilnya tetap seimbang antara akademik dan Organisasi". 

Nah sebelum menentukan pilihan alangkah baiknya kalian tahu dulu nih keuntungan memiliki IPK tinggi dan aktif dalam organisasi.

Keuntungan jika memiliki IPK tinggi:

  1. Memiliki wawasan yang Luas,  mahasiswa dengan IPK tinggi pasti tidak terlepas dari tekun dalam belajar sehingga wawasan dalam akademis luas. 
  2. Mudah dalam mendapatkan beasiswa, syarat utama untuk mendapatkan beasiswa adalah dengan IPK yang tinggi sehingga mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi cenderung ambisius dalam belajar untuk bisa mendapatkan beasiswa.
  3. Peluang besar direkrut perusahaan, dalam dunia kerja tak jarang perusahaan yang mencari lulusan dengan IPK tinggi. sehingga bagi mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi peluang untuk diterima dalam perusahaan "dapat terjamin"
  4. Jauh dari ancaman Drop Out, tentunya mahasiswa yang memiliki IPK tinggi akan aman dari anacaman drop out, berbeda dengan mahasiswa yang malas ditambah dengan IPK rendah. 
  5. Dikenal Dosen, mahasiswa yang memiliki IPK tinggi sudah pasti akan dikenal oleh dosen karena kecerdasan dan keaktifan dalam kelas memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan dengan mahasiswa lainya. 

Keuntungan jika aktif beroganisasi:

  1. Meningkatkan Soft Skill Manajamen, dalam berorganisasi bisa mengasah soft skill manajemen diri maupun orang lain. Dengan terus mengasah soft skill diri sendiri terutama akan berguna saat terjun langsung dalam dunia kerja. Dimana dalam dunia kerja kita dituntuk untuk bekerja dalam sebuah tim. 
  2. Relasi dan wawasan luas, saat mengikuti organisasi tentunya pertemanan akan semakin berkembang luas. Tidak hanya dalam lingkup prodi saja tetapi juga bisa kenal di setiap jurusan, fakultas bahkan seluruh kampus. Kemudian didalmnya bisa bertukar pikiran yang akan menambah wawasan kalian semakin berkembang.
  3. Mempersiapkan diri dalam dunia kerja, dalam dunia usaha tak jarang kita dituntut dengan hal-hal baru atau sesuatu yang belum pernah kita kenal sebelumnya sehingga untuk menghadapi hal tersebut perlu dipersiapkan dengan cara mengikuti organisasi. 
  4. Peka terhadap lingkungan dan kondisi sosial, saat berorganisasi tentunya sering mengikuti kegiatan kemahasiswaan diluar kampus yang berhubungan dengan gerakan sosial dan lingkungan. Dari situlah kita akan timbul peka terhadap keadaan sekitar. 

Itulah beberapa keuntungan jika kalian para mahasiswa memiliki IPK bagus dan aktif dalam berorganisasi. Namun pada dasarnya IPK tinggi merupakan syarat mahasiswa untuk bisa dikatakan berhasil serta menguasai di bidangnya, apabila berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan dan ditempuh kurang lebih 8 semester serta aktif dalam organisasi maka mahasiswa tersebut tergolong mahasiswa yang istimewa karena memiliki "paket komplit" dan siap menjawab setiap problem sosial yang terjadi di masyarakat.  

Dengan adanya penjelasan di atas maka semua keputusan ada pada kita, jika memang bisa menjalankan keduanya (kuliah dan berorganisasi) maka lakukanlah, selagi status mahasiswa masih kita sandang maka kita harus mampu  mempersipakan semuanya dengan matang apa yang berguna kelak. Apakah tantangan kedepanya cukup dengan memiliki IPK yang tinggi atau dengan paket komplit yaitu aktif berorganisasi? tentu jawabannya adalah "semua pilihan tergantung dari masing-masing individu". 


Profil Penulis

  1. Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (2021/2022)
  2. Ketua HMPS Pendidikan Ekonomi Univ. PGRI Kanjuruhan Malang periode (2020/2021


*Disunting Oleh Naim, M.Pd

Simak juga: 

  1. Hukum bisnis
  2. Membuat akun google scholar
  3. Kepemimpinan
  4. Cara mudah dowload artikel
  5. Perbedaan jurnal dan artikel




Posting Komentar

0 Komentar