Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

"Cuci Otak" Generasi Bangsa

Oleh: Naim, M.Pd

Beberapa tahun terakhir kita  sering mendengar diksi “Cuci Otak”, yang konotasinya ialah disematkan kepada orang yang akan melakukan sebuah tindakan kejahatan, kita tahu bersama bahwa mereka sebelum melakukan tindakan kejahatan maka akan di cuci otaknya agar apa yang “mereka” lakukan merupakan sebuah kebenaran yang absolut.

Nah, akhir-akhir ini kegiatan “Cuci Otak” juga dilakukan oleh kampus-kampus di seluruh Indonesia, tapi jangan khawatir, cuci otak disini yang dimaksud ialah Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru atau yang disingkat dengan (PKKMB). Melalui program PKKMB  ini pihak kampus melakukan “cuci otak” kepada seluruh mahasiswa barunya agar selama berproses bisa menjadi mahasiswa yang luar biasa, berkarakter, disiplin, kreatif, inovatif  serta dapat lulus tepat waktu.

Baca Juga: Bjorka Membuat Resah Indonesia

Adanya tujuan dari tindakan “cuci otak” melalui PKKMB ini ialah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan diantaranya ialah cara berkomunikasi yang baik dengan para dosen, dengan kakak tingkat, mengenal fasilitas kampus yang dapat mendukung perkuliahan, penyusunan kartu rencana studi (KRS) serta mempelajari dan memahami wadah-wadah unit kegiatan mahasiswa yang cocok dengan karakter mahasiswa itu sendiri.

Pihak kampus manapun tentu berharap semua mahasisnya mampu memiliki sumber daya manusia (SDM) tidak kalah dengan kampus-kampus lain, maka dari itu pihak kampus tidak pernah berhenti untuk membuat dan mencarikan arena yang tepat untuk mengasah kemampuannya dan berkompetisi secara sehat, contoh arena kompetisi itu diantaranya ialah (1) Program Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan Kreativitas Mahasiswa (PKM), (2) Ekspo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI), (3) Kompetisi Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI), Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Membangun Wasasan Personal

Mengapa diperlukan arena ? ya, tentu saja dengan adanya arena yang riil maka tujuan dari “cuci otak” yang dilakukan oleh pihak kampus bisa terwujud, dengan arena yang riil menjadikan mahasiwa tidak hanya jago kandang, namun juga bisa membuktikan secara nyata dikalangan luas jika dirinya memang layak meyandang predikat mahasiswa yang berprestasi.

Kita semua menyadari bahwa, untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi itu tidak mudah dan instan, untuk itu ada beberapa cara jitu "cuci otak" agar menjadi mahasiswa yang berprestasi yaitu;

  1. Memahami jam produktif sendiri. Sebagai mahasiswa maka menjadi hal yang wajib mengetahui jam produktif yang harus dijaga, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagu (itu sudah terjadwal) sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Waktu penulis dulu SMA hingga kuliah, sekecil apapun tindakan harus terrundown secara lengkap sehingga semua aktivitasnya tercatat dan terdata dengan baik, dan aktivitas itu masih berjalan hingga saat ini.
  2. Membaca dan menulis ulang materi kuliah. Membaca dan menulis ulang materi kuliah yang telah disampaikan oleh bapak dan ibu dosen merupakan cara paling jitu untuk mengingat kembali materi yang telah dibahas, mngapa demikian? Kita tahu dengan mencatat ulang maka akan ada proses pemahaman kalimat dan konten secara otomatis di sana, untuk itu jika dilakukan maka mahasiswa tersebut akan mengingat materi itu lebih lama dan mendalam.
  3. Membangun networking/jaringan yang luas. Dengan jaringan yang luas, maka akan memudahkan kita dalam memahami problem yang dihadapi oleh mahasiswa, mengapa demikian? Karena dengan kita memiliki banyak jaringan maka dalam memecahkan persoalan juga lebih mudah, karena banyak teman yang akan membantu kita untuk memecahkan problem yang sedang kita alami. Selain memudahkan memecahkan masalah akademik, juga akan membantu problem dalam menyediakan peluang kerja pasca kelulusan kelak.
  4. Memaksimalkan fasilitas kampus. Mahasiswa jangan hanya menuntut fasilitas yang lengkap, namun maksimalkan fasilitas yang ada untuk menunjang perkembangan dan kemajuan kualitas pada diri mahasiswa, misal fasilitas perpustakaan yang kurang lengkap, di era 4.0, semua kekurangan yang ada diperpustakaan bisa dilengkapi dengan android yang dimiliki oleh mahasiswa, berbagai konten edukasi dan menarik telah tersaji dengan baik dan komplit, sekarang tinggal dikembalikan kepada personalnya. Mau atau tidak memaksimalkan media yang kita miliki.
  5. Jangan malu bertanya. Sebagai mahasiswa, maka jangan malu untuk bertanya mengenai sesuatu hal yang belum dipahami, ada pepatah mengatakan “malu bertanya sesat di jalan”. Sepertinya pepatah itu masih berkorelasi dengan realita kehidupan mahasiswa kini, yang menjadi persoalan lebih lanjut ialah jika mahasiswa tidak paham dan tidak bertanya maka bisa jadi salah tafsir dan salah paham dan jika itu terjadi maka  tentu akan merugikan mahasiswa itu sendiri.

Baca Juga: Budidaya Sayur Menggunakan Medode Hidroponik

Konklusi

"Cuci otak" positif untuk generasi bangsai Indonesia agar menjadi generasi yang berkualitas yang unggul dan profesional maka perlu dilakukan sedini mungkin, salahsatu caranya ialah melalui program  Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru atau yang disingkat dengan (PKKMB). Tidak ada  kata terlambat untuk mencetak generasi yang hebat, yakinlah dari yang kita perbuat kini akan menyelamatkan masa depan Indonesia di masa depan.


Posting Komentar

0 Komentar