Perjuangan merupakan sebuah usaha sadar yang dilakukan oleh setiap individu maupun kelompok yang harus di capai dengan target tertentu. Perjuangan yang dilakukan tidaklah mudah dan juga tidak dilalui dengan cara yang instan melainkan dengan usaha, kerja keras dan penuh kesabaran.
Berbicara perjuangan, maka ada salah satu perjuangan yang bisa kita, lihat dan rasakan, yaitu perjuangan kedua orangtua kita mulai dari kandungan hingga kini. Perjuangan orangtua bukanlah sesuatu yang baru melainkan sesuatu yang telah kita lihat, dengar dan rasakan selama ini. Perjuangan yang dilakukan oleh orangtua memiliki tujuan yang amat mulia yaitu ingin anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, terampil, berpendidikan, berwawasan luas, serta terus berusaha memberikan kehidupan yang layak dimasa depan. Kita selalu berharap bahwa orangtua merupakan benteng terkuat untuk melindungi harkat dan martabat keluarga.
Baca Juga: Cuci Otak generasi Bangsa
Di sisi lain, pengimplementasian tanggung jawab sebagai orangtua tidaklah mudah dalam menjalankan kehidupan berumah tangga. Sebagai sosok ayah dituntut harus bekerja keras dalam memberi nafkah keluarga, sosok ayah terus berjuang tanpa mengenal rasa lelah dan putus asa, selain itu ayah sebagai kepala keluarga maka harus bisa memimpin, mengarahkan, serta menjadi teladan sekaligus pelindung yang baik dalam keluarga.
Begitu pula dengan seorang ibu, ia rela mengandung 9 bulan 10 hari demi hadirnya sang buah hati, sang ibu rela mengenyampingkan rasa lelah, letih, bahkan uraian airmata saat kita rewel dalam kandungan, setiap hari kandungan ibu semakin besar dan berat, selama itu pula ibu senantiasa menjaga, merawat dan penuh harap dan cemas hingga pada akhirnya bayi mungil nan lucu pun lahir ke dunia ini dengan sempurna, setiap saat ibu memberikan asupan terbaik agar kelak sang bayi bisa menjadi orang yang luar biasa.
Jika melihat perjuangan orangtua kita, rasanya belum sepadan dengan apa yang kita berikan kepada orangtua, pengorbanan orangtua yang selama ini telah diberikan kepada kita jauh lebih besar dan bahkan hingga kapanpun kita sebagai anak tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan orangtua kita, orangtua rela tidak makan ataupun minum demi melihat anak- anaknya makan dan minum tercukupi, selalu semangat dalam bekerja dan mengenyampingkan rasa lelah demi sang buah hati yang semakin hari semakin tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Mandiri di Usia Muda
Kita sebagai anak tentu jangan sampai mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat hatinya terluka, berperilaku buruk atau bahkan menyuruh-nyuruh karena merasa punya jabatan atau merasa kaya, ingat! Tanpa sentuhan dan kasih sayang orangtua maka kita tidak bisa seperti saat ini, mendapatkan pendidikan yang layak, tingal di rumah yang layak huni, berpakaian yang bagus, dan masih banyak lagi. Ingatlah perjuangan orangtua kita yang telah mengorbankan banyak hal demi melihat kita bahagia.
Jika sekarang kita dapat melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Kuliah maka ingatlah, itu semua berkat usaha orangtua kita, ada harapan yang sangat besar yang disematkan orang tua kepada kita, alasnnya cukup sederhana “tidak apa-apa saya berpendidikan rendah yang penting anak-anakku kelak bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, agar pekerjaanya tidak susah seperti orang tuanya, agar tidak diremekan orang lain.
Jadilah anak yang berbakti dan taat kepada orangtua, agar ilmu yang kita peroleh bermanfaat bagi masyarakat, janganlah menjadi anak yang egois yang selalu mengutamakan keinginan bergaya tanpa melihat penderitaan orang tua saatakan mampir ke ibu, berusahalah menjadi teladan di masa mudamu, lakukan sekolah dengan benar, belajarlah yang rajin serta banggakan orangtua lewat prestasi yang kamu miliki. Hormati dan sayangilah ayah dan ibu kita, sebagaimana kedua orangtua menyayangi kita sewaktu masih kecil.
Baca Juga: Kearifan Lokal Pasola
Kita doakan agar orangtua kita selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang, sehingga bisa menyaksikan secara langsung bahwa anak kebanggaannya telah sukses berkat perjuangan dan doa dari kedua orangtuanya.
*Disunting oleh Naim, M.Pd

0 Komentar