Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

EKONOMIS: Menabung Menggunakan Sampah? Kenapa Tidak.

Oleh: Eva Dwi Saputri (Mahasiswa PE )

Sampah merupakan masalah yang rumit, kompleks dan pasti ditemui di seluruh negara di dunia. Tidak hanya terjadi di negara berkembang saja, namun juga terjadi di negara maju sekalipun sampah selalu menjadi masalah.

Baca Juga: IPK Tinggi Atau Aktif Berorganisasi

Di kota-kota besar Indonesia setiap harinya menghasilkan sampah rata-rata  sebanyak 78.514 ton sampah (sumber: Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan 2021). Ternyata selain di kota-kota besar, di pedesaan pun juga menghasilkan sampah yang cukup banyak dengan berbagai jenis, mulai dari sampah organik seperti (kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering) dan  sampah anorganik seperti (bahan logam, plastik, kaca, karet, dan kaleng).

Sumber: Foto ilustrasi dari google.com

Jika sampah tersebut dibuang sembarangan atau ditumpuk tanpa adanya pengelolaan yang baik, maka tentu saja dapat menimbulkan berbagai macam masalah baru yang terjadi di lingkungan masyarakat, seperti mengontaminasi tanah, udara, dan air. Patogen (bakteri, parasit, jamur, dan masih banyak lagi) yang terdapat dalam tumpukan sampah jika tak sengaja dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Sumber: Foto ilustrasi dari google.com

Nah.. berbicara mengenai pengelolaan sampah, ada salah satu cara yang unik dalam memanagement sampah yaitu dengan mendirikan “Bank Sampah”. Bank Sampah sendiri merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah kering yang dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tetapi yang di tabung bukan uang melainkan sampah dari masyarakat.

Baca Juga: Unikama Berkolaborasi Dengan Pemkab Kubu Raya

Ada salah satu desa yang berhasil mendirikan Bank Sampah yaitu Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang sudah berdiri sejak tahun 2019. Awal mula terbentuknya Bank Sampah di desa Wonokerso tersebut disebabkan karena banyaknya sampah yang berserakan di sekitar rumah warga serta minimnya tempat sampah khusus yang tersedia sehingga perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pihak desa Wonokerso tentunya juga berkontrisbusi dalam pembentukan Bank Sampah yaitu dengan memberikan modal awal serta mengadakan sosialisasi sebagai bekal dalam menjalankan kegiatan tersebut.

Sumber: Foto ilustrasi dari google.com

Bank Sampah yang sudah berjalan hampir 4 tahun ini di ketuai oleh ibu Luka yang sekaligus merupakan anggota PKK dari desa Wonokerso. Dalam menjalankan kegiatan tersebut beliau bekerjasama dengan pihak desa, RT dan anggota Bank Sampah se Malang Raya untuk berinovasi dalam mengolah sampah menjadi sesuatu hal yang bermanfaat. Sistem manajemen yang diterapkan dalam Bank Sampah yaitu dengan sistem menabung, jadi warga yang mengumpulkan sampah kemudian disetorkan di Bank Sampah kemudian mendapatkan uang atau barang yang dapat dicairkan dalam waktu 1 tahun dua kali yaitu hari raya idul fitri dan nyepi.   

Baca Juga: Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pelaku Usaha Muda

Kemudian untuk sistem pengambilan dan pemungutan tabungan juga dihitung dengan harga yang berbeda sesuai dengan jenis sampah yang dikumpulkan, namun ada juga sampah yang tidak dapat diambil yaitu berupa sampah foam, kertas mika dan kertas pangsit karena sampah tersebut tidak dapat di daur ulang. Antusias warga sangat besar dengan adanya kegiatan Bank Sampah tersebut, namun sayang pada tahun 2020 kegiatan Bank Sampah tersebut vakum hampir 2 tahun kerana adanya pandemi covid-19. 

Sumber: Foto ilustrasi dari google.com

Hal tersebut terjadi karena adanya aturan dari pemerintah terkait pembatasan aktivitas warga di luar rumah sehingga kegiatan tersebut harus terpaksa dihentikan. Dengan situasi dan kondisi tersebut tentu memberikan dampak kurang baik bagi masyarakat, karena pasca pandemi banyak warga yang sudah tidak aktif lagi untuk mengumpulkan sampah. Dalam mengatasi permasalahan tersebut ibu luka sebagai ketua Bank Sampah melakukan berbagai cara untuk menarik minat warga dalam mengolah sampah salah satunya yaitu dengan berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas PGRI Kanjuruhan Malang 2022, mengadakan kegiatan sosialisasi dengan tujuan penyegaran dan penguatan untuk kader Bank Sampah serta mendorong masyarakat untuk bertanggung jawab atas sampah mereka sendiri.


*Disunting oleh Naim, M.Pd


Profil Penulis:
  1. Mantan Ketua Umum Ketua HMPS Pendidikan Ekonomi (2021-2022)
  2. Wakil Ketua Senat FEB (2022-2023)

Posting Komentar

0 Komentar