Sabtu, 20 Agustus 2022 bertepatan dengan pukul 15.30 Wib tim Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS) Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang memberikan pelatihan entrepreneurship berbasis teknologi.
Kegiatan pelatihan entrepreneurship berbasis teknologi ini dilaksanakan di wilayah RW 9 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang dengan durasi kurang lebih 120 menit, pesertanya adalah ibu-ibu yang memiliki usaha yang berdomisili di wilayah Kelurahan Arjowinangun, adapun jenis usaha meraka sangat bervariasi, mulai dari usaha warung makan, butik, sembako, roti bakar, dan masih banyak lagi lainya.
Baca Juga: Mandiri Diusia Muda
Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para pelaku usaha pemula, mereka diajarkan berbagai macam kiat-kiat sukses agar mampu bersaing dan bersinergi dengan para pemain lama, materi yang diberikan mulai dari materi mengenal peluang bisnis yang bagus, medsos sebagai media berjualan yang keren, analisis SWOT, hingga usaha memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Salah satu yang ditekankan oleh narasumber (Naim, M.Pd) mengenai usaha pemula adalah analisis SWOT. Berikut penjelasannya;
- Strength (kekuatan), sebagai pelaku usaha kita harus mengetahui apa kekuatan atau kelebihan dari produk yang kita jual, apakah masa produk yang lebih tahan lama, produk yang dijual memiliki ciri khas/unik, apa yang berbeda produk kita dengan orang lain dan seterusnya).
- Weakness (kelemahan), selain harus mengetahui mengenai kekuatan atau kelebihannya, kita juga harus mengetahui apa kelemahan yang terdapat pada usaha kita, tentu tujuannya adalah agar kita bisa segera menindaklanjutinya. Hal yang harus kita pikirkan meliputi (Apa yang dapat kita tingkatkan dalam usaha ini, Apa saja yang harus dihindari oleh usaha kita, Faktor apa saja yang menyebabkan kehilangan penjualan, Apa yang dilakukan oleh pesaing sehingga mereka dapat lebih baik dari usaha kita).
- Opportunity (peluang/kesempatan), kita juga harus memahami peluang apa yang kira-kira cocok untuk saat ini, perkembangan tren apa yang sejalan dengan usaha kita, pangsa pasarnya usaha kita (khusus atau umum), bisa tidak memaksimalkan pemasaran melalui digital dan masih bnyak lagi.
- Threat (ancaman), kita juga harus memahami kira-kira ancaman apa saja yang akan dihadapi dimasa mendatang, seperti hambatan apa yang sedang kita hadapi sekarang, hal apa saja yang dilakukan oleh pesaing usaha kita, perkembangan teknologi apa yang menyebabkan ancaman bagi usaha kita, adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan mengancam perkembangan perusahaan atau organisasi kita.
Baca Juga: Menyongsong Masa Depan Pasca Menjadi Sarjana
Materi terakhir, peserta pelatihan diajarkan bagaimana cara memiliki NIB, NIB adalah Nomor Induk Berusaha yang digunakan sebagai identitas pelaku usaha. Bagi para pelaku usaha atau pemilik UMKM, sebaiknya segera mengurus NIB yang diterbitkan oleh lembaga OSS ini. Pembuatan NIB secara online tentu mempermudah tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Sesi terakhir, tim pengabdian masyarakat melakukan evaluasi dengan cara bertanya langsung kepada peserta mengenai pelaksanaan pelatihan entrepreneurship berbasis teknologi, secara umum mereka sangat senang dengan kegiatan Abdimas ini, selain mereka memperoleh ilmu yang bermanfaat, mereka juga sharing terkait kendala-kendala dalam menjalankan usahanya.
Dokumen:
Simak juga:








0 Komentar