![]() |
| Tasyakuran dan Temu Kangen Alumni |
Pra acara dimeriahkan oleh senandung Sholawat Nabi yang dilantunkan oleh santriwati terbaik, suara vocalis yang rancak nan merdu menambah suasana syahdu dan hangat sehingga para alumni yang hadir tanpa terasa juga turut melantunkan sholawat Nabi dengan khidmad. Sebelum acara inti dimulai para alumni dipersilakan terlebih dahulu untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh panitia di meja hidangan, menu-menu andalan kesukaan santri yang menggugah selera berbaris rapi di meja makan seperti ayam goreng, sate, ayam kecap, lele, telur dan masih banyak lagi yang lainnya.
Baca juga: Paud Alhikmah Meriahkan Hari Kemerdekaan
Tepat pukul 10.00 Wib acara inti dimulai, sambutan pertama disampaikan oleh ketua Alumni PPRN wilayah Kalbar yaitu Ustad Abdusomad, dalam sambutanya beliau menyampaikan (1) menyampaikan terimakasih karena sudah disambut dengan sangat meriah oleh panitia, konsepnya pun sangat berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya, (2) rombongan alumni dari Kalbar kurang lebih 100 orang, dan itu akan terus bertambah beberapa hari ke depan, (3) dengan komunikasi yang sangat baik maka semua stakeholder bisa diajak kerjasama dan saling suport, (4) kita bisa sukses seperti sekarang ini, semua karena berkah dari bimbingan para kyai selama kita menjadi santri, sehingga tidak ada alasan bagi santri untu tidak patuh kepada guru kita.
Sambutan kedua disampaikan oleh Gus Zainul Hasan, dalam sambutannya beliau juga menyampaikan hal-hal yang sangat penting untuk kita amalkan, diantaranya ialah (1) sebagai orangtua jangan sampai salah menyekolahkan putra/putrinya, lihat latar belakang pengasuh dan lembaganya, (2) kita beruntung memiliki guru yang dzurriyah nya langsung kepada Rasulullah Saw, karena dengan demikian maka ini menjadi nilai plus bagi kita sebagai santrinya, (3) sebagai santri kita wajib selalu berdzikir kepada Allah Swt, karena dzikir itu yang akan menolong kita kelak saat sudah masuk keliang lahat.
Baca Juga: Olahraga di Gunung Prigen Jatim
Sambutan terakhir disampaikan oleh pengasuh pondok pesantren Rubath An-Naqsyabandiyah (PPRN) putri yaitu Ibu Nyai Hj. Mas’udah Latifah, dalam sambutanya beliau mengambil filosofi “perampok” yang mengambil barang seorang santri yang baru pulang dari pesantren, inti dari cerita perampok itu ialah (1) perampok saja ingat kepada sang penciptanya apaagi kita yang sudah berlatar belakang santri, mestinya semakin mantap dalan mengingat Allah, (2) kita harus memiliki ilmu yang bermanfaat, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang kita berikan kepada orang lain dan orang itu mengamalkannya. Sehingga saat orang lain mengamalkan ilmu yang kita berikan maka pahalanya akan terus mengalir kepada kita yang sudah memberikannya, (3) beliau sebagai pengasuh ponpes putri juga menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada para alumni dari kalbar khususnya dan seluruh alumni dimanapun berada pada umumnya yang telah banyak berkorban demi hadir di acara haul KH. Latifi Baidhowi dan temu kangen alumni.
Di penghujung acara, para alumni (ustad Marholik, ustad Zehri, dan ustad dumyati) melantunkan beberapa sholawat dengan naik ke pentas, suara mereka sungguh dahsyat dan luar biasa, usia boleh diposisi kepala 4, namun kualitas suara tetap ada di fase usia 17 tahun, (istilah yang cocok begitu kira-kira). Setelah dilantunkan sholawat Nabi oleh para alumni, selanjutnya ialah doa penutup yang akan dipimpin oleh KH. Maksum Latifi, KH. Nasyim Latifi dan Nyai Hj. Masudah. (NM)
Dokumen:





1 Komentar
Ajiib pak doseen 👍👍👍
BalasHapus