![]() |
| Anisa |
Fundamen Cendikia Bangsa - Anisa Putri Anggraini, cewek Pisces yang katanya paling mellow tapi diam-diam super tangguh, lagi menjalani persiapan KKN dan dapet posisi sebagai Sekretaris 2. Awalnya sih mikir, “Yah, nulis-nulis doang lah ya.” Tapi ternyata dunia KKN nggak se-simple nyatet rapat dan bikin laporan. Dari yang harus nyatuin ide-ide anggota tim yang beda kepala, sampai harus jaga komunikasi sama pihak desa dan kampus. Fix, ini lebih dari sekadar urusan tulis-menulis.
Meski statusnya jomblo, bukan berarti hidup Anisa sepi. Hobi traveling dan kulineran jadi pelarian paling menyenangkan buat dia. Apalagi kalo udah jenuh sama tugas KKN yang kadang beneran nguras energi dan emosi. Anisa tuh tipikal yang kalo udah suntuk, langsung gas motoran keliling desa atau cari spot sepi buat duduk sama kopi. Kadang, ketemu orang baru di jalan malah jadi recharge energi buat dia.
Tantangan sebagai sekretaris bukan cuma soal teknis. Yang berat justru gimana nyatuin ego pribadi sama ego anak-anak kelompok yang beda karakter. Belum lagi harus balance komunikasi antara internal kelompok sama eksternal kayak perangkat desa atau dosen pembimbing. Tapi karena Anisa udah punya basic organisasi yang kuat dari Unikama dari HMP, Garank, Senat, sampai MPM semuanya bisa dia handle dengan kepala dingin.
Waktu ditanya seberapa suka sama posisi sekretaris, Anisa jawab dengan mantap, “95 persen suka! Sisanya buat drama internal yang bikin lelah.” Tapi emang, jadi sekretaris itu butuh lebih dari sekadar bisa ngetik. Mental kuat dan tenaga ekstra wajib banget disiapin. Untungnya Anisa udah terlatih jadi cewek all out dari pengalaman organisasinya dulu.
Meskipun kadang pengen rebahan dan
ngilang dari tanggung jawab, Anisa tetap profesional. “Namanya juga amanah,”
katanya. Dia belajar gimana caranya jadi pendengar yang baik, ngatur waktu
dengan efektif, dan yang paling penting: tetap jadi diri sendiri meski di
tengah keramaian. Sering juga, dia jadi tempat curhat anggota kelompok yang
lagi lelah atau bosen sama kegiatan.
Buat Anisa, KKN bukan cuma tentang pengabdian ke masyarakat, tapi juga ajang ngetes sejauh mana dia bisa tahan banting. Dengan semua pengalaman organisasi sebelumnya, dia sadar bahwa semua ini bukan kebetulan. Posisi sekretaris yang dia emban sekarang jadi ruang pembuktian kalau dia bisa jadi support system sekaligus decision maker yang kalem tapi tegas.
Dan ya, di balik cewek jomblo pecinta
kopi ini, tersimpan mental kuat dan hati yang tulus buat terus belajar dan
tumbuh. KKN buat Anisa bukan cuma kewajiban kuliah, tapi perjalanan kecil yang
ngasih banyak cerita dan pelajaran. Siapa sangka, dari sekadar sekretaris, dia
bisa jadi sosok yang bikin semua orang merasa punya arah.

0 Komentar