Budaya lokal merupakan suatu nilai- nilai kearifan lokal yang lahir dari masyarakat itu sendiri, yang terbentuk secara alami dan tradisional, berjalan dari waktu ke waktu. Contoh adanya budaya lokal dapat kita lihat dan bisa kita nikmati dari hasil seni, tradisi yang masih terjaga dengan baik, hukum adat dan sebagainya. Budaya lokal yang masih ada dan terjaga dengan baik hingga saat ini yaitu tradisi Pasalo.
Pasola berasal dari dua kata yaitu sola atau hola yang mempunyai arti kayu lembing. Secara umum pasola merupakan suatu tradisi perang adat antara dua kelompok yang saling berhadapan, saling bertanding dengan menggunakan kayu lembing sambil menunggang kuda dan mengarah pada arah lawan .Tujuan dari adanya tradisi pasola pada masyarakat sumba adalah untuk memintah keberkahan dari Sang Pencipta agar pada saat musim panen padi tiba mendapatkan berkat yang melimpah dan memuaskan. Jadi Pasola ini merupakan suatu tradisi yang diselenggarakan untuk merayakan musim tanam padi pada masyarakat sumba.
Baca juga: Guru harus multitalenta
Pasola diselanggarakan setahun sekali pada awal musim tanam padi pada masyarakat Sumba Barat yaitu pada bulan februari di kecamatan Lamboya dan pada bulan maret di kecamatan Wanokaka dan Lamboya barat . Pasola merupakan suatu tradisi yang tidak pernah dilupakan untuk diselenggarakan oleh masyarakat sumba karena masyarakat sumba menganggap tradisi pasola sangat penting dan harus di selenggarakan.
Antusias masyarakat Sumba sangat tinggi ketika acara Pasola akan diselenggarakan, masyarakat Sumba yang rumahnya jauh dari tempat Pasola berbondong- bondong kerumah saudara yang rumahnya dekat dengan lapangan Posola untuk menginap demi ingin menonton dan melihat langsung acara Pasola. Nah dari sini juga dapat kita liat bahwa dengan adanya tradisi Pasola dapat mempererat dan meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi banyaknya masyarakat sumba terutama kaum muda yang mulai malas untuk mengikuti upacara Pasola karena mereka merasa bosan dan lebih menyukai bermain handphone di rumah atau menonton chanel Youtube melalui HP dibandingkan menyaksikan secara langsung upacara Pasola.
Seharusnya tradisi Pasola harus kembangkan dan dilestarikan oleh para kaum muda, karena mereka nantinya yang meneruskan tradisi Pasola ini. Tradis Pasola sudah ada sejak lama, diselenggarakan oleh para leluhur dan sangat dijaga serta senantiasa dilestarikan oleh para pendahulunya.
Baca juga: Penulis itu suka mencari masalah
Hal ini yang menjadi atensi para kaum muda untuk tetap menjaga karena Pasola, bukan hanya sebagai tradisi untuk diselenggarakan tetapi sebagai penghormatan bagi para kaum leluhur yang senantiasa menjaga tradisi Pasola ini. Patutlah Tradisi Pasola ini dibanggakan karena merupakan ciri khas masyarakat sumba dan pemerintah daerah, masyarakat Sumba, terutama kaum muda mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjaga dan melestarikan tradis Pasola.
*Disunting oleh Naim, M.Pd





11 Komentar
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusTerimakasih sudah di jelaskan :)
BalasHapusKeren Yumi di tungggu artikel selanjutnya 😇
BalasHapusWow keren 🎉🎉
BalasHapusMantap bngt ♥🤗
BalasHapusTingkatkan 🔥
BalasHapusTingkatkan dan semangat yumi❤️
BalasHapusMantap🥳
BalasHapusUmi☺️
BalasHapusKerennn, semangat Yumi🥰
BalasHapusKeren, semangat yumi 🔥🙏
BalasHapus