Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Budaya Lokal Pasola Perlu Dilestarikan

Oleh: Yumiati Reni Pawolung

Budaya  lokal merupakan suatu nilai- nilai kearifan lokal yang lahir dari  masyarakat itu sendiri, yang terbentuk secara alami dan tradisional, berjalan dari waktu ke waktu.  Contoh adanya budaya lokal dapat kita lihat dan bisa kita nikmati dari hasil seni, tradisi yang masih terjaga dengan baik, hukum adat dan sebagainya. Budaya lokal yang masih ada dan terjaga dengan baik hingga saat ini   yaitu tradisi Pasalo.

Pasola berasal dari dua kata yaitu sola atau hola yang mempunyai arti kayu lembing.  Secara umum pasola merupakan suatu tradisi perang adat antara dua kelompok yang saling berhadapan, saling  bertanding dengan menggunakan kayu lembing sambil menunggang kuda dan mengarah pada arah lawan .Tujuan dari adanya tradisi pasola pada masyarakat sumba  adalah untuk memintah keberkahan dari Sang Pencipta agar pada saat musim  panen padi tiba mendapatkan berkat yang melimpah dan memuaskan. Jadi Pasola ini merupakan suatu tradisi yang diselenggarakan untuk merayakan musim tanam padi pada masyarakat sumba. 

Ilustrasi tradisi Pasola yang diselenggarakan  oleh masyarakat sumba

Baca juga: Guru harus multitalenta

Pasola diselanggarakan setahun sekali pada awal musim tanam padi pada masyarakat Sumba Barat yaitu pada bulan februari di kecamatan Lamboya dan pada bulan maret di kecamatan Wanokaka dan Lamboya barat . Pasola merupakan suatu tradisi yang tidak pernah dilupakan untuk diselenggarakan  oleh masyarakat sumba karena masyarakat sumba menganggap tradisi pasola sangat penting dan harus di selenggarakan.

Ilustrasi tradisi Pasola yang diselenggarakan  oleh masyarakat sumba

Antusias masyarakat Sumba sangat tinggi ketika acara Pasola akan diselenggarakan, masyarakat Sumba yang rumahnya jauh dari tempat Pasola berbondong- bondong kerumah saudara yang rumahnya dekat dengan lapangan Posola untuk menginap demi  ingin menonton dan melihat langsung acara Pasola. Nah dari sini juga dapat kita liat bahwa dengan adanya tradisi Pasola dapat mempererat dan meningkatkan  rasa kekeluargaan dan kebersamaan. 

Namun seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi  banyaknya masyarakat sumba terutama kaum muda yang mulai malas untuk mengikuti upacara Pasola karena mereka merasa bosan dan lebih menyukai bermain  handphone di rumah atau menonton chanel Youtube melalui HP dibandingkan menyaksikan secara langsung upacara Pasola. 

Seharusnya tradisi Pasola harus kembangkan dan dilestarikan oleh para kaum muda,  karena mereka nantinya yang meneruskan tradisi Pasola  ini. Tradis Pasola sudah ada sejak lama, diselenggarakan oleh para leluhur dan sangat dijaga serta senantiasa dilestarikan oleh para pendahulunya. 

Ilustrasi tradisi Pasola yang diselenggarakan  oleh masyarakat sumba

Baca juga: Penulis itu suka mencari masalah

Hal ini yang menjadi atensi para kaum muda untuk tetap menjaga karena Pasola, bukan hanya sebagai tradisi untuk diselenggarakan tetapi sebagai penghormatan bagi para kaum leluhur  yang senantiasa menjaga tradisi Pasola ini.  Patutlah Tradisi Pasola ini dibanggakan karena merupakan ciri khas masyarakat sumba dan pemerintah daerah, masyarakat Sumba, terutama kaum muda mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjaga dan melestarikan tradis Pasola.


*Disunting oleh Naim, M.Pd

Posting Komentar

11 Komentar