![]() |
| Ronald Farrell Wardhana/Manajemen |
Fundamen Cendikia Bangsa - Ronald Farrell
Wardhana adalah salah satu mahasiswa asal Surabaya yang aktif dalam berbagai
kegiatan akademik maupun sosial. Sebagai pribadi yang lahir di bawah zodiak
Gemini, Ronald dikenal memiliki karakter adaptif, komunikatif, dan mudah
bergaul dengan orang baru. Hal ini menjadi salah satu kelebihan yang
membantunya dalam menjalani berbagai aktivitas, terutama ketika harus terjun
langsung ke masyarakat.
Dalam perjalanan pendidikannya, Ronald menaruh minat besar
pada bidang manajemen. Baginya, manajemen bukan sekadar teori, melainkan
keterampilan penting yang harus diterapkan dalam kehidupan nyata. Prinsip
pengelolaan waktu, sumber daya, dan komunikasi yang efektif senantiasa ia
praktikkan, baik dalam perkuliahan maupun kegiatan organisasi.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ronald
adalah saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia mengaku bahwa
pengalaman KKN cukup berkesan, karena dari sana ia bisa belajar langsung hidup
di masyarakat, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, serta berkontribusi
dalam berbagai kegiatan desa. Momen ini memberikan wawasan baru mengenai
realitas sosial yang tidak ia temui di bangku kuliah.
Selama menjalani KKN, Ronald mendapatkan beberapa amanah
penting. Ia ditunjuk sebagai sie konsumsi, penanggung jawab lapangan badminton,
serta penanggung jawab gadai dalam kegiatan desa. Berbagai tanggung jawab
tersebut menuntut keterampilan manajemen yang baik, mulai dari mengatur
kebutuhan logistik, mengoordinasikan kegiatan olahraga, hingga mengelola sistem
administrasi kecil di desa.
Meski pengalaman itu menyenangkan, Ronald tidak luput dari
tantangan. Tantangan ada di kesehatan, karena perubahan suhu dan cuaca di desa
membuat tubuhnya mudah jatuh sakit. Kondisi ini memaksanya untuk lebih disiplin
menjaga pola makan, istirahat, dan mengatur waktu agar tidak kelelahan. Dari
sini, ia belajar pentingnya kesadaran diri dalam menjaga kebugaran, apalagi
saat memikul tanggung jawab yang melibatkan orang lain.
Selain menjaga kesehatan, kunci lain dalam menjalani KKN
adalah komunikasi. Ronald menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik
dengan tim, baik itu dalam menyelesaikan masalah internal maupun saat
berhubungan dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka, semua anggota
tim bisa memahami peran masing-masing dan bekerja secara lebih efektif.
Koordinasi dengan masyarakat desa juga menjadi hal yang
tidak kalah penting. Ronald percaya bahwa tanpa keterlibatan masyarakat,
program KKN tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu, ia selalu berusaha
berkoordinasi dengan masyarakat agar program sesuai kebutuhan, bukan hanya
sekadar menjalankan agenda yang telah dibuat mahasiswa. Prinsip ini membuat
kontribusinya lebih bermakna bagi warga desa.
Dari seluruh perjalanan tersebut, Ronald menyimpulkan bahwa
pengalaman KKN adalah laboratorium sosial yang nyata. Ia belajar tentang arti
kerja sama, pentingnya menjaga kesehatan, dan bagaimana mengelola program
berbasis kebutuhan masyarakat. Semua pengalaman ini menjadi bekal berharga yang
kelak akan ia terapkan dalam perjalanan kariernya, terutama dalam bidang
manajemen yang sangat ia tekuni.

0 Komentar