Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kecil-Kecil Cabe Rawit Itu Rosalia

 

Rosalia Yolanda Ekaputri / Manajemen


Fundamen Cendikia Bangsa - Rosalia Yolanda Ekaputri, mahasiswi asal Malang yang berzodiak Pisces, baru saja menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama kelompoknya. Dalam kegiatan ini, ia dipercaya untuk memegang tanggung jawab sebagai Bendahara 2. Tugas tersebut tidak hanya menuntut ketelitian dalam mengatur keuangan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar. Bagi Rosalia, pengalaman ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan akademik sekaligus kehidupan sosialnya, karena KKN bukan hanya tentang program kerja, melainkan juga tentang bagaimana membangun relasi dengan masyarakat dan belajar menghadapi dinamika kelompok.

Secara umum, program kerja yang dijalankan kelompok Rosalia bisa dikatakan berjalan dengan lancar. Namun, keberhasilan itu tidak datang tanpa hambatan. Hampir di setiap program kerja, selalu ada kendala yang muncul, baik dari segi teknis maupun non-teknis. Meski demikian, semangat kebersamaan anggota kelompok membuat mereka mampu menyelesaikan setiap kegiatan sesuai target. Hal inilah yang membuat Rosalia merasa bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi pengalaman hidup yang penuh pelajaran tentang kerja sama, komunikasi, dan manajemen konflik.

Kendala terbesar yang dihadapi kelompok Rosalia adalah masalah komunikasi internal. Pada awalnya, alur komunikasi dalam kelompok sangat tidak terarah dan terpusat hanya pada kordes serta wakordes. Informasi penting tidak mengalir secara merata ke pengurus inti, penanggung jawab program, maupun anggota lain. Situasi ini menciptakan jarak antaranggota, sehingga banyak yang merasa kontribusinya tidak dihargai. Akibatnya, miskomunikasi sering terjadi, menyebabkan pembagian tugas menjadi kabur, tujuan program kerja tidak jelas, dan eksekusi di lapangan kurang maksimal. Energi kelompok sering terkuras bukan untuk fokus ke program, melainkan untuk membereskan kesalahpahaman yang muncul.

Seharusnya, setiap program kerja diawali dengan rapat persiapan yang matang dan diakhiri dengan rapat evaluasi sebagai bahan pembelajaran. Namun, kenyataannya mekanisme ini jarang dilakukan. Dalam pengalaman Rosalia, kelompoknya hanya satu kali mengadakan rapat proker yang terstruktur, yaitu saat menjalankan program terakhir mereka yang bernama GADAI. Begitu pula dengan rapat evaluasi yang hanya terlaksana sekali. Hal ini memperkuat pendapat Rosalia bahwa komunikasi yang minim dalam kelompok menjadi akar dari berbagai persoalan, sekaligus pelajaran penting yang harus diperbaiki dalam kegiatan serupa di masa depan.

Meski begitu, keberhasilan program kerja tidak bisa dilepaskan dari semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh anggota. Rosalia menegaskan bahwa suksesnya program bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan yang luar biasa. Ia menyaksikan sendiri bagaimana setiap orang selalu siap membantu tanpa rasa iri atau pamrih. Semangat tulus untuk saling menolong menjadi kekuatan terbesar kelompok mereka. Berkat itu, setiap kendala bisa diubah menjadi pengalaman berharga, dan program kerja yang dijalankan mampu mencapai hasil yang diharapkan.

Dalam dinamika kelompok, perbedaan pendapat tentu tidak bisa dihindari. Rosalia mengakui bahwa teman-temannya cenderung enggan menyampaikan perbedaan pendapat, sedangkan dirinya justru cukup vokal. Ia beberapa kali tidak sependapat dengan kordes maupun wakordes, terutama mengenai lemahnya komunikasi di internal pengurus. Saat evaluasi, Rosalia menyampaikan secara langsung kritik tersebut. Namun, jawaban dari kordes dan wakordes yang seolah tidak tahu-menahu justru membuatnya kesal. Dari momen itu, Rosalia mulai dikenal dengan julukan “kecil-kecil cabe rawit” karena sikapnya yang berani bersuara meski berpostur mungil.

KKN juga meninggalkan kesan mendalam bagi Rosalia. Baru sehari setelah kegiatan resmi ditutup, rasa rindu sudah begitu terasa. Kebersamaan yang selama ini terjalin harus berakhir mendadak karena masing-masing anggota kembali ke kesibukan semula. Suasana penuh canda, kerja sama, bahkan perdebatan kecil, kini hanya tersisa dalam kenangan. Bagi Rosalia, perpisahan ini begitu berat karena mereka sudah terbiasa bersama, saling melengkapi, dan tumbuh sebagai satu tim.

Sebagai penutup, Rosalia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada dosen pembimbing lapangan mereka, Pak Naim. Menurutnya, keberadaan Pak Naim menjadi faktor penting yang membuat kelompok tetap berjalan meski banyak kendala menghadang. “Kalau bukan karena Pak Naim, mungkin kelompok kami tidak tahu akan jadi seperti apa,” ucapnya. Dengan segala suka duka yang dialami, pengalaman KKN ini menjadi bagian berharga dalam hidup Rosalia, sebuah perjalanan yang tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga memperkaya hati dan pikiran.

Posting Komentar

0 Komentar